TIPS INVESTASI ONLINE

pic source: ljitechnologies.com

pic source: ljitechnologies.com

Salah satu cara untuk meningkatkan kekayaan adalah melalui investasi. Yup investasi.., salah satu pilihan investasi adalah melalui reksadana. Kita bisa lebih cepat mengakumulasikan dana kita melalui reksadana. Tentu hal pertama yang perlu kita pastikan adalah tujuan kita untuk apa? Apakah untuk pendidikan anak? Untuk umroh? Travelling dsb? Sehingga jangka waktu investasinya pun disesuaikan dengan tujuan kita. Kalau sudah tahu tujuannya untuk apa dan berapa lama, maka besarannya pun bisa dihitung menyesuaikan tujuan dan jangka waktu.

Bagaimana menentukan pilihan investasi reksadana yang tepat? Secara gambaran besar dibagi 3 (tiga), kalau tujuannya untuk jangka waktu pendek, sekitar 1-2 tahun, penempatan dananya di pasar uang, untuk jangka waktu menengah 3-5 tahun, di fixed income (obligasi), sedangkan untuk jangka panjang 5-7 tahun, penempatannya di saham. Selain itu kita sebagai investor juga harus paham risiko yang ada, hampir tidak ada investasi yang tidak berisiko, karena deposito di bank pun tetap ada risikonya. Yang paling ekstrim adalah ‘hilangnya’ uang kita, ‘hilang’nya disini misalnya karena kondisi eksternal seperti pasar saham yang lagi anjlok atau bank yang di ‘rush’. Seperti kejadian tahun 1998 dimana terjadi kerusuhan politik di Jakarta, yang berdampak penjualan besar-besaran saham di pasar modal, sehingga dana yang di tempatkan di saham akan anjlok mengikuti underlying nya (acuan investasinya).

Selain itu kita, kita juga perlu tahu toleransi risiko kita, seberapa besar kita bisa mentolerir risiko atas investasi tersebut, misalnya seperti contoh kejadian di atas, kalau tiba-tiba kita kehilangan duit karena ada kejadian ekstrim, apakah kita sanggup menerimanya? Bisa repot kan kalau sampai kena stroke, tekanan darah tinggi atau stress. Bila kita tidak sanggup menerima high risk tersebut, maka pilihan kita bisa turun ke investasi yang portfolio yang lebih rendah risiko nya, otomatis lebih rendah juga return (tingkat pengembalian investasi) nya.

Saat ini cara investasi pun semakin mudah, sudah bisa dilakukan online, Investasi Reksa Dana Online DIM, Investasi aman dan mudah, kita bisa tahu kinerja masing-masing reksadana dan juga bisa membandingkan dengan pilihan yang ada. Investasi online diperkirakan akan meningkat, hal ini seiring dengan meningkatkan jumlah investor di Indonesia yang naik 104.88% dibandingkan dengan periode sebelumnya, menjadi 886.574 per 20 Desember 2016 (sumber: kompas.com).

Yang terakhir adalah disiplin kita berinvestasi, karena tanpa disiplin mustahil kita bisa mencapai dana yang kita impikan tersebut. Dengan investasi online, kita dimudahkan untuk memilih pemotongan /pendebetan langsung rekening kita untuk pembelian investasi tersebut. Caranya kurang lebih sama seperti kalau kita cicil rumah (KPR), bedanya kalau kita telat bayar cicilan rumah, akan ada yang datangin kita, telponin kita, sampai mengancam kita, tapi kalau kita telat taruh dana untuk investasi di rekening, tidak ada yang datengin atau telpon mengingatkan kita, yang kecewa adalah kita sendiri di ujungnya nanti.

Yuk mulai investasi…!

 

Catch me: @rizalplanner

Email: rizal.plannerindo@gmail.com

Artikel ini diikutsertakan dalam kompetisi blog ‘Blogging Competition – Reksa Dana Online DIM, Investasi Aman dan Mudah’. Isi dan tulisan dari artikel/blog post ini diluar tanggung jawab Danareksa Investment Management

blog competition

YUK, CEK UP KESEHATAN KEUANGAN

source: EHshumfinancial.com

🙂 pic source: EHshumfinancial

 

Menjelang akhir tahun ini, saatnya kita mengevaluasi kondisi kesehatan kita, tidak hanya kesehatan badan kita tapi juga kesehatan dompet kita. Mungkin saja selama setahun terakhir ini banyak penambahan pengeluaran yang mungkin kita tidak sadar sudah di luar budget kita (sounds familiar ya..), atau malah penambahan pendapatan, tiba-tiba kita ketiban rejeki (yang ini bisa terjadi, tapi jaraaaang 🙂 .

Pernahkah anda mengajukan pertanyaan pada diri anda sendiri?

Apakah investasi yang kita lakukan sudah maksimal dengan kemampuan keuangan kita?

Apakah rasio hutang kita sudah melewati batas ambang kesehatan keuangan kita?

Apakah asuransi yang kita miliki sudah memadai? Cukupkah uang pertanggungan nya meng cover kita sebagai breadwinner jika terjadi apa-apa dengan kita?

Berapa total networth aset yang kita miliki?

Apakah cash flow keuangan keluarga saya sudah sehat, atau masih negatif?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut seperti di atas, bisa kita jawab dengan mengetahui seberapa besar tingkat kesehatan keuangan kita.

Sebagai bentuk kepedulian sosial kami sebagai financial planner, kami memberikan financial check up gratis sampai 31 Desember 2016, kirimkan email anda ke rizal.plannerindo@gmail.com dengan subject: Free Financial Check Up.

Terms and condition apply.

 

catch me: @rizalplanner

email me: rizal.plannerindo@gmail.com

Bagaimana Mewujudkan Naik Haji Lebih Cepat?

Haji di Mekah

 

“…bersamaan dengan keberangkatan kami ke Tanah Suci, mohon maaf lahir dan batin atas segala khilaf dan kesalahan kami.., kami berencana akan berangkat menunaikan ibadah haji …..dst. kira-kira itu ucapan dari kerabat dan sahabat yang akan naik haji tahun ini.

Siapa sih umat muslim yang gak pengen naik haji… mulai dari tukang becak sampai presiden atau raja di dunia ini pasti punya keinginan untuk naik haji, karena itu seperti ‘mimpi’ umat muslim untuk bertamu ke rumah Tuhan nya, naik haji (bagi yang mampu) juga merupakan tujuan untuk melengkapi rukun Islam. Memang tidak murah naik haji, dengan asumsi biaya tahun ini sekitar Rp. 34.641.340 juta atau setara USD 2.585 dengan asumsi nilai tukar Rp. 13.400/USD.  Ongkos haji sesuai ketetapan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2016. Atau bila menggunakan ONH Plus biaya nya sekitar USD 12.000 per orang atau kurang lebih Rp. 160 juta per orang atau 4,6 kali dari ONH regular.

Untuk ONH Reguler, daftar tunggu saat ini sudah mencapai 40 tahun di daerah, jadi kalau kita daftar umur 35 tahun, maka baru bisa berangkat waktu sudah jadi kakek nenek umur 75 tahun, itu juga dengan catatan kalau kita sampai umur segitu. Sementara kalau untuk mendapat nomer pendaftaran kita harus menabung dulu sampai terkumpul Rp. 25 juta, baru kemudian melunasi sisanya. Bisa dibayangkan bila ternyata 40 tahun kemudian ongkos haji naik menjadi Rp. 180 juta, maka sisanya harus kita lunasi untuk bisa pergi haji, sementara uang yang Rp. 25 juta itu mengendap tanpa hasil.

Kalau mau pergi cepat dari negara lain seperti Filipina, urusan nya bisa repot, kena deportasi sampai ancaman kehilangan kewarganegaraan.

Oleh karena itu pilihan paling logis dari sisi waktu, adalah dengan ikut ONH Plus, meskipun lebih mahal, tapi dari sisi waktu, umur calon haji dan rentang waktu tidak terlalu jauh, karena waktu tunggu ONH Plus jauh lebih cepat dari ONH Reguler (saat ini kurang lebih 7-8 tahun).

Asumsikan ongkos naik haji USD 12.000 atau IDR 160 juta, bila kita menggunakan tabungan syariah Rupiah, dengan bagi hasil nya kurang lebih 2%, maka akan butuh waktu yang lama dan dana yang lebih besar untuk mewujudkan naik haji kita, tapi…. bila kita menggunakan instrumen reksadana syariah, maka waktu dan nominal dapat lebih cepat dan lebih murah.

Ilustrasi dengan instrumen reksadana syariah Rupiah- bisa dilihat tabel di bawah ini:

Type Cicilan per bulan selama 3 tahun Cicilan per bulan selama 4 tahun Cicilan per bulan selama 5 tahun
ONH

Plus Rp. 160.000.000

Rp. 3.38 juta Rp. 2,30 juta Rp. 1,67 juta

Asumsi kurs: Rp. 13.400/USD

 

 

Bila kita menggunakan reksadana Dollar, maka ilustrasinya sbb:

Type Cicilan per bulan selama 3 tahun Cicilan per bulan selama 4 tahun Cicilan per bulan selama 5 tahun
ONH

Plus

USD 12000

USD 300 USD 217 USD 168

 

Angka nya ternyata mirip-mirip ya, hanya saja risiko fluktuasi nilai tukar akan lebih kecil bila kita gunakan instrumen dolar juga, karena tujuan akhir ongkos haji dalam bentuk dolar (USD 12000).

Yuk luruskan niat untuk kita bisa berangkat haji…!

 

 

Catch me: @rizalplanner

Email me: rizal.plannerindo@gmail.com

 

 

NABUNG BERHADIAH, MENGUNTUNGKAN KAH?

MAU GADGET X6 GRATIS?

CUKUP NABUNG Rp. 250 RIBU…!

gadget 6 black

Iklan di atas mungkin sering anda lihat di media-media cetak maupun online. Tapi di balik penawaran tersebut anda harus tahu berapa nilai uang yang anda dapatkan pada akhirnya untuk mendapatkan gadget tersebut.

Jika di baca terms and conditions nya, nasabah akan mendapat Gadget X6 (sebut saja begitu, tanpa harus menyebut merk tertentu) tersebut dengan menabung secara rutin sebesar Rp. 250 ribu setiap bulannya selama 10 tahun, plus setoran awal yang juga cukup besar yang nilainya kurang lebih sama dengan harga Gadget X6 tersebut. Kalau sudah setor, maka anda berhak mendapatkan gadget tersebut di awal. Tapi jika dikemudian hari anda sebagai nasabah lalai menyetor rutin atau berhenti di tengah jalan, maka dana yang sudah ada akan dipotong sebagai penalty dari kelalaian anda atau karena di break di tengah jalan.

Ini bukan produk tabungan berhadiah karena mendapat undian, tapi penawaran tabungan berhadiah berjangka dimana kita sebagai nasabah harus menyetor uang secara rutin setiap bulannya (biasanya di debit secara otomatis) dengan perjanjian tidak boleh lalai menyetor dan tidak boleh di break selama periode perjanjian tersebut. Produk tabungan berhadiah berjangka dengan iming-iming hadiah di depan, seperti gadget, laptop, camera, console game, sampai voucher belanja.

Kalau dihitung nilai uang anda menurun karena seiring waktu nilai uang anda akan tergerus termakan inflasi dan kenaikan biaya hidup.

Ilustrasinya kira-kira sebagai berikut:

Misalnya anda sebagai nasabah membuka tabungan berhadiah berjangka dan setuju untuk menabung selama 10 tahun dengan setoran tiap bulan Rp. 250.000 (dua ratus lima puluh ribu Rupiah) dan setoran awal (iya, anda harus menyetor terlebih dahulu) Rp. 7.900.000 (tujuh juta sembilan ratus ribu), otomatis anda akan mendapatkan gadget mutakhir yang anda inginkan (misal Gadget X6 tersebut). Diperkirakan nasabah akan mendapatkan Rp. 39.150.000 pada saat jatuh tempo yaitu akhir tahun ke 10.

Dari ilustrasi di atas, yuk coba kita hitung, asumsi bunga tabungan berhadiah berjangka tersebut 1% per tahun, sementara tingkat inflasi menurut data BPS 6.5%-7.5% per tahun, kenaikan harga-harga riil kalau kita cek di pasar bisa naik rata-rata sekitar 15% per tahun. Artinya nilai tabungan anda minus 14% per tahun. Kalau uang yang diterima Rp. 39.150.000 di tahun ke-10 dihitung dengan nilai sekarang, maka nilainya sama dengan Rp. 13,1 juta. Artinya dalam 10 tahun nilai uang yang sama hanya bisa mendapatkan barang seharga Rp. 13,1 juta (nilai saat ini). Hmm..,sakitnya tuh di sini…:).

So ternyata, nilai akhir dari uang yang terkumpul selama 10 tahun demi mendapatkan gadget tidak se-fantastis mimpinya. Bisa jadi gadgetnya juga sudah usang.

Saran saya sebagai financial planner, gunakan cash, jika tujuan anda beli gadget, kumpulkan cash selama 3-4 bulan (jauh lebih cepat dari menabung 10 tahun kan..) kemudian langsung dibelikan barang yang anda inginkan. Sehingga tidak timbul kewajiban atau hutang. Yang kedua, jika tujuan anda untuk berinvestasi, gunakan instrument investasi.

 

Catch me:@rizalplanner

Email me: rizal.plannerindo@gmail.com

DIMANAKAH POSISI KITA?

source: sundaytime.lk

source: sundaytime.lk

Setiap awal tahunnya, setiap akhir bulan Februari dan bulan Maret, perusahaan yang Go Public akan mempublikasikan laporan keuangannya di media. Mereka akan memperlihatkan kinerja mereka selama periode sebelumnya (misal: per 31 Desember 2014) dibandingkan dengan periode sebelumnya lagi (misal: per 31 Desember 2013). Untuk perusahaan mengetahui posisi keuangan, mereka gunakan balance sheet. Neraca atau balance sheet menggambarkan laporan posisi keuangan yang berisi harta (asset) dan kewajiban pada pihak lain (liabilities) pada tanggal tertentu.

Kita pun sebagai individu bisa men-treat diri kita dengan mempunyai neraca pribadi. Kita akan mengetahui apakah aset kita akan bertambah atau malah hutang kita yang bertambah dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya.

Tentu kita harus meng –investarisir semua aset dan kewajiban (hutang-hutang) kita, misalnya periode sebelumnya: 31 Desember 2014 (T) dibandingkan dengan periode sebelumnya lagi: 31 Desember 2013 (T-1).

Formatnya lebih sederhana dibandingkan dengan format laporan keuangan perusahaan. Pos-pos yang dimasukkan ke dalam aset sesuai dengan kepemilikan harta kita dan pos-pos di kewajiban sesuai dengan jumlah hutang kita.

Contoh:

NERACA KEUANGAN
PRIBADI
per 31 Desember 2014
31-Des-2014 31-Des-2013 31-Des-2014 31-Des-2013
Aset Kewajiban
Aset lancar Hutang Jangka Pendek
Tabungan xxx yyy Kartu kredit Xxx yyy
Reksadana xxx yyy KTA Xxx yyy
Deposito xxx yyy Hutang Jk. Pendek lainnya Xxx yyy
Saham xxx yyy
Nilai Tunai Asuransi xxx yyy
Emas perhiasan xxx yyy
Logam Mulia (LM) xxx yyy
Total Aset Lancar xxx yyy Total Hutang Jk Pendek xxx yyy
Aset tidak lancar Hutang Jangka Panjang
Rumah xxx yyy Hutang KPR xxx yyy
Apartemen xxx yyy Hutang KPM xxx yyy
Mobil xxx yyy Hutang KPA xxx yyy
Tanah xxx yyy Hutang Jk Panjang lainnya xxx yyy
Total Aset Tetap xxx yyy Total Hutang Jk Panjang xxx yyy
TOTAL ASET xxx yyy TOTAL KEWAJIBAN xxx yyy

Aset

Dari contoh di atas, yang termasuk aset lancar adalah aset yang likuid, cepat dan mudah pencairannya, seperti: kas, tabungan, deposito, emas, reksadana, saham.

Sedangkan aset tidak lancar, adalah aset yang kalau di jual butuh waktu. Di catat dengan nilai di jual kembali ketika kita butuh uang, misalnya rumah, apartemen, mobil, tanah dan sejenisnya.

Total Aset = Total Aset lancar + Aset tidak lancar.

Kewajiban

Kewajiban jangka pendek adalah hutang yang pelunasannya kurang lebih sampai setahun, misalnya: hutang kartu kredit, KTA.

Kewajiban jangka panjang adalah hutang yang pelunasannya lebih dari 1 tahun, contohnya: hutang kepemilikan rumah (KPR), hutang kepemilikan mobil (KPM), hutang kepemilikan apartemen (KPA).

Total Kewajiban = Total Kewajiban jangka pendek + kewajiban jangka panjang

Net Worth

Sedangkan untuk melihat total kekayaan bersih (net worth), dapat dihitung selisih antara total aset dikurangi dengan total kewajiban.

Kekayaan Bersih: Total Aset – Total Kewajiban

At the end, jika sudah tahu berapa net worth kita pada tahun 2014 (T), maka jika dibandingkan dengan net worth tahun 2013 (T-1), kita akan tahu dimana posisi kita terakhir, apakah naik atau turun dalam 1 tahun.

Catch me:@rizalplanner

Email     : rizalplannerindo@gmail.com

MOBIL BEKAS via REKSADANA

infinityFX37

Kalau beli mobil bekas memang perlu banyak yang di perhatikan, mesin nya, bodynya, servis nya dst dst.., yang jadi benefit kalau beli mobil bekas adalah kita tidak perlu membayar pajak untuk mobil baru.., tapi tulisan ini tidak untuk membahas mengenai hal-hal teknis seperti itu, tapi bagaimana membeli mobil bekas yang notabene aset yang terdepresiasi melalui instrumen yang terus terapresiasi. Kalau mobil rata-rata terdepresiasi 10-15% per tahun dan reksadana campuran mempunyai average return rata-rata 10-12% per tahun, maka kalau ada grafik, maka grafik harga mobil akan terus menurun, sementara grafik reksadana akan terus naik dan akan bertemu di suatu titik (titik equilibrium namanya), seperti grafik supply & demand (kebayang kaan..).

harga mobil vs reksadana

Misalnya, mobil baru 2011 Infinity FX37 harganya Rp. 1.1 Miliar, maka seken nya tahun 2014 harganya turun jadi Rp. 750 juta. Dalam waktu 3 (tiga) tahun menyusut Rp. 350 juta atau 32%, kurang lebih 11% per tahun.

Asumsi contoh yang digunakan misalnya: Mobil Infinity FX37 keluaran tahun 2011, mesin: 3696 cc, V6, 320 dk. Harga baru 2011: Rp. 1,1 Miliar, harga seken 2014: Rp. 750 jutaan. SUV ini merupakan salah satu kasta tertinggi dari Jepang yang mempunyai tenaga berlimpah. Selain itu tenaga pacunya mencapai 320 dk, daya pikat lain SUV ini mempunyai 4 roda penggerak, akan menambah rasa percaya diri saat di medan yang agak berat.

Jika dari informasi di atas, kita berandai-andai kembali ke tahun 2011, maka simulasinya:

Cicilan mobil baru per bulan selama 3 tahun (2011 – 2014): Rp. 34,7 juta/ bulan.

Sebaliknya, jika di tahun 2011 kita berencana untuk membeli mobil Infinity ini secara seken 3 tahun kemudian, maka  dari simulasi, tabungan dalam bentuk reksadana campuran per bulan selama 3 tahun (2011 – 2014) sebesar Rp.24,6 juta/bulan.

Jadi ada selisih sebesar Rp. 34.7 juta – 24,6 juta = Rp. 10,1 juta per bulan.

Tabel 1. Simulasi pembelian mobil Infinity FX37.

Tahun awal 2011 Tahun selesai  2014 Cicilan per bulan selama 3 tahun

 

Keterangan
Baru   Rp. 34,7 juta/bulan Cicilan kredit

 

  Bekas Rp. 24,6 juta/ bulan Tabungan dalam bentuk Reksadana
Selisih   Rp. 10,1 juta/bulan  

 

 

Bedanya Rp. 10,1 juta, cukup signifikan, bisa kita gunakan untuk investasi lainnya. Apalagi kalau kelas 2000 cc ke atas penyusutannya cukup signifikan dibandingkan dengan mobil dibawah 2000 cc, belum lagi kalau mobil Eropa.

Jadi kalau anda berkeinginan mempunyai mobil 3 tahun lagi dari sekarang, dan anda tahu berapa harga mobil tersebut saat ini, maka anda bisa menghitung berapa tabungan yang mesti anda siapkan sekarang dengan pilihan instrumennya. Kalau mau mobil periode yang lebih panjang, misalnya 5 tahun, tentu kita gunakan instrumen yang berbeda, tergantung kapan kita rencana beli mobil bekas tersebut.

 

Catch me: @rizalplanner

Contact me: rizal.plannerindo@gmail.com