KREDIT PROPERTI

icon property

Sedari kecil kita semua di ajarkan bahwa salah satu kebutuhan primer adalah kebutuhan papan. Tidak hanya perlu makan minum dan pakaian, tapi juga tempat tinggal. Saat sekarang ini, kebutuhan papan tersedia dalam berbagai macam tipe, mulai dari rumah tapak, rumah susun (apartemen, flat, kondotel), ruko dan lain-lain. Selama manusia hidup, selama itu pula manusia perlu tempat tinggal. Kita semua sadar bahwa beli properti itu melibatkan uang yang besar, sehingga kalau mengumpulkan uang sendiri sampai nilainya terpenuhi kemudian baru beli, sepertinya sangat jarang dan sulit untuk mengejar kenaikan harga properti tersebut. Bahkan untuk kalangan tertentu, gaji tidak akan pernah mampu untuk mengejar kenaikan harga properti. Untuk itu, biasanya pembeli menggunakan pinjaman dari bank atau institusi keuangan lainnya untuk me-leverage kemampuan beli properti tersebut.

Jika anda ingin membeli properti, misalnya dari secondary market atau rumah bekas, sebelum menggunakan pinjaman dari bank atau institusi keuangan lainnya, buatlah planning nya terlebih dahulu.

Pertama hitunglah terlebih dahulu penghasilan anda per bulan. Jika penghasilan anda perbulan misalkan Rp. 20 juta, maka tentu tidak semua gaji anda bisa jadikan cicilan untuk membeli properti. Mau hidup dengan apa jika semuanya dihabiskan untuk cicilan? Hanya 30% dari penghasilan tersebut yang bisa dijadikan angsuran, artinya Rp. 6 juta sebagai cicilan. Saat ini jika anda masuk ke dalam situs jual beli properti tertentu, sudah ada simulasi online yang menghitung secara langsung berapa angsuran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) per bulannya. Dari situ bisa di hitung berapa nilai pinjaman properti yang menjadi target anda.

Yang kedua, jika anda sudah tahu kemampuan cicil anda perbulan, carilah properti seperti apa dan dimana yang bisa anda beli dengan kemampuan cicilan seperti itu dan yang mau di biayai oleh bank. Pertimbangkan bahwa semakin tinggi atau semakin premium kelas propertinya, semakin besar pula biaya bulanannya, seperti biaya pengelolaan lingkungan, dan maintenance fee lainnya. Bank tentu akan menilai berapa besar nilai properti tersebut yang akan di agunkan. Saat ini sesuai peraturan Bank Indonesia (BI) per Agustus tahun 2016 lalu, bahwa untuk DP rumah pertama turun menjadi 15% dimana sebelumnya 20%. Ini artinya Bank membiayai 85% dari nilai properti tersebut. Nilai 85% itulah yang disebut LTV (loan to value) atau penilaian pinjaman dan nilai inilah yang menjadi patokan total pinjaman anda. Kalau nilai appraisal properti yang ingin di beli Rp. 600 juta, maka besar KPR yang bisa anda pinjam hanya 85% nya yaitu sebesar Rp. 510 juta. Sebelumnya aturan BI untuk rumah pertama, kedua dan ketiga 20%, 30% dan 40%, sekarang menjadi 15%, 20% dan 25%.

Yang ketiga, berapa lama anda mampu membayar cicilan tersebut? Normalnya orang mengambil jangka waktu 10 sampai 15 tahun. Namun saat ini sudah ada yang sampai 25 tahun. Ini tentu berdampak pada perhitungan angsuran per bulan. Kalau misalnya ada tawaran bunga fix selama 3 tahun, dan cap selama 2 tahun berikut, maka jika terjadi perubahan (baca: naik) suku bunga Bank Indonesia, angsuran akan tetap selama periode tersebut mengikuti suku bunga yang sudah di sepakati. Karena itu jika suku bunga patokan turun, akan sangat sangat ‘susah’ suku bunga pinjaman juga turun. Jika lebih dari 5 tahun, maka suku bunga mengambang (floating rate) yang akan berlaku, mengikuti suku bunga pasar. Contohnya fix 6,99% per 3 tahun dan cap 8,99% per 3 tahun, maka jika masuk tahun ke-6 suku bunga naik menjadi 12,00%, maka cicilannya tentu akan naik juga. Asumsi pinjaman sampai 15 tahun, nah ruang kenaikan ini selama masa sisa cicilan 9 tahun alias sampai lunas tahun ke -15 harus sudah siap di antisipasi. Jangan sampai pada saat tahun ke-6 dan seterusnya, anda tidak mampu membayar cicilan tersebut.

Yang ke empat, siapkan juga dana untuk uang muka (DP – down payment) nya. Down payment rumah pertama sebesar 15%. Jika dari contoh di atas, maka uang sebesar Rp. 90 juta harus anda siapkan untuk down payment nya. Sangat tidak disarankan untuk mengambil pinjaman tanpa agunan seperti Kredit Tanpa Agunan (KTA) untuk membayar DP ini. Karena itu berarti anda mempunyai beban cicilan lebih dari 30% dan kewajiban bayarnya lebih pendek dari cicilan KPR anda.

Yang ke lima, jika menggunakan fasilitas kredit dari bank atau insititusi keuangan lainnya, maka ada biayanya, biaya untuk memperoleh KPR tersebut berkisar 8%-10%, termasuk pembayaran pajak, provisi, BPHTB (Bea Peralihan Hak Atas Tanah dan Bangunan), jasa notaris, asuransi dan lainnya. Untuk itu dana sebesar 8%-10% dari nilai pinjaman perlu dipersiapkan. Dari contoh di atas kira-kira sebesar Rp. 41 juta s/d Rp. 51 juta yang sudah harus disiapkan.

Sehingga total dana cash yang mesti anda siapkan adalah gabungan dari DP dan biaya KPR, dalam contoh ini kurang lebih nilainya Rp. 131 juta – 141 juta.

Sebelum hal tersebut di atas dilakukan, periksalah terlebih dahulu bahwa tidak ada tunggakan tagihan dari pinjaman atau kredit lain, misalnya dari kartu kredit atau KTA atau fasilitas lainnya. Jika masih ada tagihan, di’bersih’kan dahulu supaya pada saat perhitungan parameter kredit, tidak ada masalah. Jika ada tunggakan, lunasi dan selesaikan terlebih dahulu, mintalah surat keterangan lunas jika diperlukan dari bank penerbit kartu kredit atau pemberi fasilitas kredit lainnya. Karena pada saat mengajukan KPR, bank pasti akan melakukan riwayat pinjam meminjam anda melalui BI checking, bagaimana historis kredit dan pembayaran anda sebelumnya.  Apabila anda pernah terlambat dalam membayar kewajiban anda, atau pernah tidak lancar dalam memenuhi kewajiban anda, akan terlihat jelas. Sehingga bila semua sudah clear, kapabilitas anda sebagai orang yang ‘bankable’ meyakinkan.

Meskipun harga properti terus naik, namun saat sekarang adalah saat yang tepat untuk membeli properti? Mengapa ? karena saat sekarang adalah saatnya buyer’s market, dimana lebih banyak supply daripada demand, lebih banyak supply propertinya daripada permintaannya. Banyak orang dan developer properti  yang ingin menjual rumah atau apartemen nya, namun jumlah pembeli nya tidak sebanding. Keadaan seperti inilah yang membuat buyer lebih punya banyak pilihan untuk memilih properti.

 

catch me: @rizalplanner

email me: rizal.plannerindo@gmail.com

Take Over = Hemat Waktu Cicilan

KPR take over

Ket: salah satu contoh iklan KPR Take Over dari salah satu bank swasta di Indonesia.

 

Kalau anda punya hutang rumah di bank dan suatu saat anda menjerit melihat tagihan rutin KPR (Kredit Pemilikan Rumah) anda naik, maka bisa dipastikan bunga KPR anda naik! Dan bunga ini bisa naik setiap 6 bulanan, sementara turunnya susah banget. Siapa sih yang gak senewen melihat tagihan yang naik? Sementara harga barang-barang kebutuhan juga terus naik.

Bank mengenakan floating rate, artinya suku bunga bank mengikuti pasar. Kalau patokan tingkat bunga naik, maka yang paling cepet naik adalah bunga kredit, sementara bunga tabungan & deposito paling lambat mengikuti kenaikan, dan begitu juga kalau patokan tingkat bunga turun. Kenapa? Karena bunga kredit adalah sumber pendapatan bank, sementara bunga tabungan dan deposito adalah kewajiban bank terhadap nasabah. Sebagai catatan BI rate per Kamis 14 Januari 2015 lalu turun dari 7.50% menjadi 7.25%.

Kalau ada penawaran KPR dengan bunga fixed rate 3 tahun dari suatu bank, maka ini bisa jadi salah satu solusi penghematan untuk anda dengan memindahkannya (take over). Ilustrasinya begini, kalau misalnya asumsi bunga floating rate bank saat ini 13,5% dan penawaran fixed rate 8.5%, maka dengan take over KPR, penghematan anda sebesar 5%, luar biasa kan? Ternyata penurunan rate 5% ini, jika dihitung dengan nilai cicilan yang sama, maka anda akan berhemat 2,5 tahun.

Tentu saja ada biaya-biaya KPR untuk take over (KPR yang di alihkan ke bank lain). Namun biaya ini hanya sekitar 5% dari total tagihan KPR, sementara penghematan total pokok dan bunga kurang lebih 30% dari nilai tagihan. Artinya anda berhemat 25% kan.

Ilustrasi tabel di bawah bisa menggambarkan kondisi ilustrasi di atas:

  Sebelum

Take Over

Sesudah

Take Over

 
  Rate KPR: 13.5% Rate KPR: 8.5% Selisih
Tingkat Bunga KPR

13.50%

8.50%

5.00%

Cicilan per bulan (Rp.)

         7,600,000

               7,600,000                        –
Jangka Waktu (tahun)                            10

7.5

2.5

Sisa Tagihan (Outstanding) (Rp.)

         500,000,000

                 500,000,000

0
Bunga+Pokok selama 36 bulan (Rp.)

         601,776,000

                 455,375,000

   146,401,000
Biaya take over (Rp.)  

                   17,060,000

 

 

Dari tabel di atas asumsikan nilai sisa tagihan (outstanding) sebesar Rp. 500.000.000, terlihat bahwa dengan nominal cicilan sebelum dan sesudah KPR take over mempunyai nominal yang sama Rp. 7.600.000, jangka waktu cicilan hemat 2,5 tahun menjadi 7,5 tahun. Selama 36 bulan pertama, selama masa fixed rate berlaku, anda juga berhemat untuk Bunga dan Pokok cicilan sebesar Rp. 146.401.000. Nilai penghematan Bunga dan Pokok ini setara dengan 30% dari nilai tagihan (outstanding). Sedangkan biaya take over sebesar Rp. 17.060.000 setara dengan 5% dari nilai tagihan (outstanding). Jika di net off, anda berhemat 25%.

Memang ada syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk take over, tapi jika anda sudah pernah disetujui untuk KPR, maka untuk take over kurang lebih syarat yang sama yang diperlukan.

Selanjutnya, jika sudah 3 tahun, dimana masa fixed rate sudah selesai, maka bunga akan kembali mengikuti pasar, pindahkan saja lagi KPR anda ke bank lain yang menawarkan fixed rate yang lebih rendah untuk jangka waktu tertentu.

 

Catch me: @rizalplanner

Email me: rizal.plannerindo@gmail.com

 

TIPS OPTIMASI KARTU KREDIT

 

source: pageonce.com

source: pageonce.com

Kalau anak sekolah atau anak kuliah dapat kartu kredit tentu senang sekali, bisa beli gadget baru, shopping, beli ini itu (istilahnya retail theraphy J), tinggal gesek, tanpa harus langsung bayar.

Tapi buat kita sebagai orang dewasa, yang punya keluarga, tentu dibalik kartu tersebut ada tanggung jawab besar, setiap kali kita gesek setiap kali itu pula kewajiban bayar hutang timbul.

 

Coba anda bayangkan kalau misalnya kita belanja Rp.1 juta hari ini, maka setelah 45 hari kemudian pada saat jatuh tempo kita tidak membayar, maka belanja kita akan menjadi Rp. 1.029.500 dan akan terus berbunga jika tidak dibayar, dimana dikenakan maksimum bunga kredit sebesar 2,95% per bulannya. Yang artinya bunga per tahun sebesar 35.4%. Ini kurang lebih sama dengan bunga KTA (kredit tanpa agunan) (lihat tulisan saya DI BALIK PENAWARAN KTA https://rizalplanner.wordpress.com/2013/01/07/di-balik-penawaran-kta/). Memang prinsip kartu kredit ini adalah pinjaman unsecured buat bank karena tidak ada agunan yang mengikat si pengguna kartu kredit sehingga sebagai kompensasinya bank mengenakan bunga yang tinggi seperti itu. Untuk urusan bunga, ada aturan dari Bank Indonesia yang mengatur batas maksimum suku bunga kartu kredit sebesar 2,95% per bulannya).

 

Saat ini bank berlomba-lomba menawarkan kartu kreditnya, dengan iming-iming poin atau hadiah tertentu sebagai gimmicknya. Oleh karena itu kita harus smart dalam mencermati penawaran-penawaran tersebut. Prinsip yang harus diperhatikan untuk mengoptimalkan kartu kredit:

  • Pilih kartu kredit dimana anda biasa menyimpan uang anda, karena itu akan mengingatkan dan mempermudah anda akan kewajiban (baca: bayar hutang) anda. Jika lebih dari satu, pilih yang sesuai dengan kebutuhan anda.

 

  • Pilih yang menawarkan free annual fee for life, saat ini sudah banyak bank yang menawarkan kartu beban iuran tahunan ini. Kalau ada terms and condition nya, perhatikan dengan cermat apa saja yang disyaratkan.

 

  • Perhatikan tanggal cetak billing (tagihan) dan tanggal jatuh tempo, ini penting, karena jika anda belanja setelah tanggal cetak billing maka tagihan akan jatuh tempo pada periode berikutnya, misalnya tanggal cetak billing setiap tanggal 18, maka jika anda belanja tanggal 19 maka kewajiban bayar anda baru akan tercetak 30 hari lagi plus 15 hari lagi untuk membayar setelah tanggal cetak berikutnya, sehingga total 45 hari, sehingga tanggal jatuh temponya adalah tanggal 3 bulan berikutnya. Jika anda bayar penuh (full payment) pada tanggal jatuh tempo, maka anda tidak akan dikenakan bunga maksimum itu. Tapi jika lewat tanggal jatuh tempo, maka siap-siap bayar bunga deh. This is one way how bank earn money. Kalau kita ga bayar-bayar maka akan ada peringatan-peringatan terlebih dahulu sampai kalau sudah lewat batas tertentu tidak bayar juga, maka akan di datengin preman-preman yang siap nagih ke anda, seperti kasus salah satu bank asing yang membuat si nasabah meninggal. (sepertinya tidak perlu saya sebutkan nama bank dan orangnya disini).

 

Summary nya sbb:

 

Tanggal transaksi Tanggal Cetak billing Tanggal Jatuh Tempo Keterangan
17 Maret 18 Maret 3 April Meskipun baru 1 hari, tanggal cetak billing tetap tgl 18 pada periode yang sama.
19 Maret 18 April 3 Mei Karena tanggal transaksi lewat dari tanggal 18, maka baru akan di cetak pada periode berikutnya.

 

 

  • Kalau sudah nunggak bayar, urusannya jadi panjang, nama anda akan masuk black list di Bank Indonesia, dan dampaknya jika anda mau pinjam dana lagi ke bank, akan sulit, karena record anda yang jelek di perbankan. Bank akan mengecek terlebih dahulu status anda di Bank Indonesia, apakah pernah macet kreditnya? Oleh karena itu hati-hatilah dalam menggunakan kartu kredit.

 

  • Selain itu yang harus anda perhatikan adalah, bahwa maksimal belanja yang sebaiknya dapat anda gunakan adalah 15% dari penghasilan anda, agar tidak mengganggu cash flow anda, angka 15% ini diluar kewajiban anda yang harus di bayar untuk cicilan rumah. Jadi misalkan gaji anda Rp. 10 juta, maka maksimum hutang diluar cicilan rumah Rp. 1,5 juta.

 

  • Jika anda sering travelling, makan enak di restoran, belanja, maka gunakan poin atau penawaran yang ada, misalnya diskon 50% untuk makan di restoran tertentu, adanya potongan biaya tiket jika kita gunakan poin di kartu kredit tertentu, atau adanya life insurance yang meng cover setiap kali kita gunakan kartu kredit tersebut untuk membeli tiket pesawat. Semua itu akan mengoptimalkan kartu kredit kita bila kita cermat.

 

So be wise and be smart dalam menggunakan kartu kredit.

 

Catch me: @rizalplanner

Contact me: rizal.planner@gmail.com