WARIS MENURUT ISLAM

souce: baltyra.com

source: baltyra.com

Ini merupakan pembahasan yang sensitif, karena menyangkut harta dan keluarga. Mengapa kita perlu belajar waris? Salah satu alasan utamanya adalah menghindari perpecahan keluarga..! Betul, sudah banyak cerita keluarga pecah karena harta warisan. Kakak beradik berantem karena menginginkan harta yang sama. Saling gontok-gontokan, berkelahi sampai ke pengadilan.

Dalam tulisan ini kita hanya membahas waris menurut Islam, banyak yang bilang ribet, tapi pada prinsipnya jika anda seorang muslim, maka posisi anda baik sebagai istri atau ibu, sebagai seorang suami atau ayah, atau sebagai seorang anak, maka anda perlu tahu dan mengerti bagaimana hukum waris menurut Islam agar tidak ribut dikemudian hari. Karena ketentuan ini sudah tertulis dalam Al-Quran.

Kalau dilihat dari kelompok ahli waris, maka ada dua kelompok ahli waris, yaitu:

  1. Berdasarkan hubungan darah:
    1. Golongan laki-laki, terdiri dari: ayah, anak laki-laki, saudara laki-laki, paman dan kakek.
    2. Golongan perempuan, terdiri dari: ibu, anak perempuan, saudara perempuan dari nenek.
  2. Berdasarkan hubungan perkawinan:
    1. Duda
    2. Janda

Ada juga yang bisa menjadi penghalang, kalau misalnya si ahli waris membunuh atau mencoba melakukan pembunuhan terhadap pemberi waris atau menganiaya berat, yang semuanya terbukti berdasarkan keputusan pengadilan, maka terhalanglah ahli waris tersebut untuk menerima warisan. Misalnya si anak membunuh ayahnya untuk menguasai seluruh harta warisan, singkat cerita ketangkep polisi, kemudian di adili (ini bukan cerita mafia seperti di film), maka jika terbukti di pengadilan, maka si anak tidak berhak mendapatkan hak warisnya.

Berapa besar bagian dari ahli waris, bisa kita lihat dari summary di tabel di bawah ini.

TABEL AHLI WARIS DAN BAGIAN WARIS HUKUM WARIS ISLAM MENURUT KOMPILASI HUKUM ISLAM (KHI)

Oleh: Nasichun Amin, M. Ag (Penghulu Muda di KUA, Kec. Gresik)

sumber: http://www.bimoprasetio.com/dokumen/web-bimo-tabel-ahli-waris-dan-bagian-waris-khi.pdf

source: source: http://www.bimoprasetio.com/dokumen/web-bimo-tabel-ahli-waris-dan-bagian-waris-khi.pdf

Sebagai ilustrasi, misalnya seorang suami/ ayah wafat meninggalkan seorang istri dan 2 anak, maka istri yang ditinggalkan berhak mendapatkan 1/8 dari total hartanya, jika ada 2 orang anak, 1 laki-laki dan 1 perempuan, maka bagian anak laki-laki adalah dua berbanding satu dengan anak perempuan. Misalnya sang suami/ayah meninggalkan warisan uang Rp. 8 Milyar, maka sang istri berhak mendapatkan 1/8 dari Rp. 8 Milyar, yaitu Rp. 1 Milyar. Sisanya Rp. 7 Milyar dibagi untuk kedua anaknya. Anak-anaknya dihitung 3 (karena bagian anak laki-laki dihitung 2 dibanding 1 anak perempuan), sehingga anak laki-lakinya mendapat 2/3 x Rp. 7 Milyar yaitu Rp. 4,67 M, sedangkan anak perempuan nya mendapat 1/3 x Rp. 7 Milyar yaitu Rp. 2,33 Milyar. Nah gak ribet kan ternyata….

 

Catch me: @rizalplanner

Email: rizal.plannerindo@gmail.com

MENGAPA ANDA PERLU MEMBUAT SURAT WASIAT?

pic source: attwoodmarshall.com.au

pic source: attwoodmarshall.com.au

Tanggal 3 Maret 2014, tepat setahun berpulangnya neneknda tercinta. Neneknda yang sangat dekat di hati kami para cucunya, termasuk saya. Rasanya waktu cepat sekali berlalu, kejadiannya seperti kemarin sore saja. Masih ingat dalam ingatan, betapa sedihnya saya menurunkan jasad beliau ke liang lahat, meng-adzankan, sampai mengurug kembali tanahnya.

Yang bisa saya lakukan sekarang adalah mengirimkan doa Al fatihah. Selain itu mengunjungi makam almarhumah. Mengunjungi makam seperti mengingatkan diri kita sendiri, just like self-reminder, bahwa suatu saat kita akan menuju ke sana.

Tulisan ini mengingatkan saya sebagai manusia bahwa kejadian kematian di sekitar kita sangat dekat dan bisa terjadi kapan saja. Untuk itu kepada anda semua para orang tua, hendaklah buat surat warisan sekarang. Tidak usah nunggu sampai anda menjadi sangat tua, sekarat dan sedang di ruang ICU. Mumpung lagi sehat masih bisa baca tulisan ini. Ini bukan untuk nakut-nakutin atau lebay, tapi sebagai tindakan preventif dalam hal keperluan perencanaan keuangan yang matang bagi anda dan keluarga, agar kelak jika anda para orang tua dipanggil menghadapNya, tidak akan terjadi keributan atau konflik di dalam keluarga anda, anak-anak saling gontok-gontokan karena memperebutkan harta warisan anda. Sebagai informasi, saat ini risiko terkena stroke dua kali lebih besar terjadi pada umur 55, sekalipun demikian stroke bisa menyerang pada umur berapapun dan seperempatnya terjadi pada usia di bawah 55 (sumber: data statistik US Centers for Disease Control and Prevention).

Mengapa kita perlu membuat wasiat?

Pertama, wasiat menurut Islam adalah tindakan seseorang memberikan hak kepada orang lain untuk memiliki sesuatu baik berupa benda atau manfaat secara sukarela (tabarru’) yang pelaksanaannya ditangguhkan setelah peristiwa kematian orang yang memberi wasiat.

Kedua, bahwa pembagian harta warisan dalam Islam harus dibagikan secara adil dan berdasarkan syariat Islam, yang dalam hal ini telah tercantum dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) maupun Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHP), hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi perpecahan dan pertumpahan darah di lingkungan keluarga.

Ketiga, bahwa wasiat atau surat wasiat itu mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam pembagian harta warisan menurut Islam, karena untuk menjaga kemaslahatan umat dan menjaga agar harta warisan itu tidak digunakan untuk hal-hal yang tidak baik, seperti judi, mabuk, minum-minuman keras, dan lain sebagainya.

Bagaimana cara membuatnya? Tidak cukup hanya lisan saja, wasiat itu sendiri dalam bentuk akte atau surat yang di tandatangani pewaris, oleh karena itu perlu bantuan notaris dalam hal ini. Kalau untuk perhitungan pembagiannya bisa juga ditanyakan ke financial planner.

So.., sudahkah anda buat surat wasiat anda?

Catch me: @rizalplanner

Email me: rizal.planner@gmail.com

APA SAJA YANG PERLU ANDA KETAHUI UNTUK HIBAH?

pic source: okezone,com

pic source: okezone.com

Dalam perencanaan keuangan, satu hal penting yang perlu diperhatikan bila anda sudah punya aset dan ingin mendistribusikan kekayaan anda kepada anak-anak atau orang-orang yang anda cintai adalah dengan cara hibah. Distribusi kekayaan selalu terkait dengan hukum yang berlaku, dalam hal ini ada tiga hukum yang berlaku di Indonesia: yang pertama Kompilasi Hukum Islam (KHI), yang kedua Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHP) dan yang ketiga Hukum Adat.

Menurut KUHP, ada 3 syarat hibah:

  1. Yang menerima dan yang memberi hibah masih hidup.
  2. Barang yang dihibahkan harus sudah ada, kalau baru akan ada kemudian, maka hibahnya batal.
  3. Harus dengan akte notaris, kecuali untuk barang yang bergerak, dapat langsung dialihkan secara fisik.

Setelah tahu syarat-syarat di atas, yang pertama yang perlu anda lakukan adalah mengklasifikasikan jenis kekayaan anda, apakah termasuk barang bergerak atau barang tidak bergerak. Barang bergerak terdiri dari 2 jenis, berwujud dan tidak berwujud. Yang berwujud seperti mobil, emas,berlian, permata, uang, dan yang tidak berwujud: seperti saham, obligasi dan piutang. Sedangkan barang tidak bergerak seperti tanah, dan segala benda yang secara permanen melekat di atasnya.

Jika sudah tahu klasifikasi apa, maka selanjutnya adalah cara pengalihannya. Untuk emas, berlian, permata, uang, mobil dan barang berwujud lainnya dialihkan dengan pengalihan fisik, sedangkan untuk saham, obligasi, piutang, dialihkan dengan cara cessie yaitu menandatangani akta pengalihan, sedangkan untuk benda tidak bergerak seperti properti, rumah, tanah, sawah, ladang, dialihkan dengan cara menandatangani akte pengalihan yang dibuat oleh PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah).

Sebagai contoh, misalkan anda mempunyai 3 rumah di Jakarta ingin anda hibahkan kepada 2 anak dan istri anda, maka rumah pertama untuk anak pertama, rumah kedua untuk anak kedua sedangkan rumah ketiga yang ingin anda hibahkan ke istri tidak bisa. Mengapa? Karena hibah antara suami istri selama perkawinan dilarang menurut KUHP.

Selain itu yang menjadi perhatian adalah dampak finansialnya, untuk pengalihan tersebut tentu akan timbul biaya dan pajak, misalnya dari contoh di atas, untuk dari pengalihan 2 properti tersebut, maka anak pertama dan kedua, masing-masing harus membayar Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPTHB) senilai 5% dari Nilai Perolehan Objek Pajak Kena Pajak (NPOPKP).

Lain halnya jika yang dilakukan adalah hibah wasiat, artinya hibah yang merupakan warisan, setelah si pemberi hibah meninggal dunia, maka sesuai peraturan, ada diskon 50% dari 5% atas BPHTB, selain itu anak-anak anda sebagai penerima hibah juga mendapat pengurangan Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak sebesar Rp. 350 juta.

Catch me: @rizalplanner

Contact me: rizal.planner@gmail.com

Cerita Co-Founder Google & CEO Facebook

 

pic source: telegraph.co.uk

pic source: telegraph.co.uk

pic source: nydailynews.com

pic source: nydailynews.com

 

Kalau mau cari tahu sesuatu, Google aja, atau kalau mau cari teman-teman lama, coba cek di Facebook. Sepertinya Google dan Facebook sudah jadi makanan sehari-hari. Siapa yang tidak tahu Google atau Facebook? Tapi tahukah anda siapa pemiliknya? Orang-orang muda yang kaya, dengan nilai aset milyaran dollar.

Minggu ini, akhir Agustus 2013, dunia dikejutkan berita dari Sergey Brin, Co-Founder Google, dimana dikabarkan rumah tangganya dengan Anne Wojcicki retak karena adanya orang ketiga – seorang pekerja wanita di Google, Amanda Rosenberg, karyawati Google yang mengerjakan proyek Google Glass. Rumah tangga Sergey dengan Anne telah berjalan 6 tahun dan mereka telah dikarunia 2 anak.

Menurut Forbes, Sergey diperkirakan memiliki kekayaan senilai US$ 22,8 milyar. Posisi no. 21 sebagai orang terkaya di dunia. Dan diketahui bahwa sebelum menikah, mereka telah membuat pre nuptial agreement (‘pre nup’ – perjanjian pra nikah). dan dengan adanya pre nup tidak akan membuat dampak yang berarti jika Sergey dan Anne memutuskan untuk berpisah. Karena, jika tidak ada pre nup maka Sergey harus mengikuti hukum negara bagian yang berlaku dan dapat berakibat membagi dua asetnya, termasuk voting shares nya di Google.

Sementara itu, CEO Facebook, Mark Zukenberg, sehari setelah IPO (Initial Public Offering – Penawaran Saham Perdana) Facebook melangsungkan pernikahannya dengan pacarnya, Priscilla Chan pada tanggal 20 Mei 2012. Mereka bertemu pada saat kuliah tahun 2004 di Harvard University. Menurut Forbes estimasi kekayaan Mark US$ 20 milyar, menempati posisi no. 25 orang terkaya di dunia. Dan sebelum pernikahan dilangsungkan, Mark dan Priscilla sudah menandatangani pre nup. Sehingga jelas mengenai pendapatan, aset dan kewajiban.

Bahwa pada umumnya pasangan muda menikah hanya mempunyai beberapa aset saja, tapi dalam kehidupan modern, pasangan yang menikah membawa isu finansial dalam perkawinan.  Saat ini semakin banyak orang yang menunda pernikahan, atau menikah yang kedua kalinya bahkan yang ketiga kalinya. Sebagai hasilnya, semakin banyak penghasilan, aset dan kewajiban yang dibawa oleh sang calon mempelai. Oleh karena itulah kenapa pre nup itu menjadi topik diskusi yang hangat bagi pasangan yang akan menikah.

Orang yang mengajukan pre nup ini mungkin akan terkesan ragu, tidak percaya akan calon pasangannya sendiri maupun perkawinannya yang akan datang. Pre nup ini seperti halnya surat wasiat, suatu saat nanti anda akan meninggal, tidak tahu kapan, toh anda perlu meninggalkan wasiat bagi keluarga anda jika anda meninggal kelak. Karena kalau tidak, maka pembagian aset warisan yang tidak jelas akan berdampak besar, nanti ada yang serakah, mau menang sendiri dsb. Nah begitu juga halnya dengan pre nup, anda tidak tahu apa yang akan terjadi dalam rumah tangga anda kelak.

Oleh karena itu jika anda kaya tajir melintir atau penghasilan di atas rata-rata meskipun belum seperti Sergey maupun Mark, atau anda punya talenta khusus seperti penyanyi, punya hak paten seperti pemegang brand atau merk produk tertentu, atau sudah mempunyai anak dari pernikahan sebelumnya, maka anda disarankan berdiskusi secara sehat mengenai keuangan dengan calon pasangan anda.

 

Catch me: @rizalplanner

Email me: rizal.planner@gmail.com

Marriage with pre nuptial agreement, apa konsekuensinya?

pic source: novylaw.com

pic source: novylaw.com

Di antara orang-orang yang anda kenal mungkin ada yang menikah dengan perjanjian pisah harta (pre nuptial agreement). Perjanjian ini harus di buat sebelum pernikahan dilangsungkan. Kalau dibuatnya setelah pernikahan maka  gak berlaku.

Apa sih pre nuptial agreement  (pre nup) itu? Pre nup adalah Perjanjian pranikah yang mengikat di antara calon suami dan istri yang isinya terkait dengan harta, yang berlaku selama pernikahan hingga jika terjadi perceraian.

Untuk memudahan menjelaskan konsekuensinya, saya berikan ilustrasi berikut.

Masih ingat kasus tahun 2005 yang lalu, di mana salah satu selebriti wanita Indonesia asal Bali, yang bertubuh besar (ga perlu disebut nama yaa) yang menikah, dan setelah 4 tahun kemudian cerai dengan suaminya? Pengadilan mengabulkan perceraian tersebut dengan menetapkan pembagian harta gono gini 50:50. Atas hasil putusan pengadilan tersebut si wanita mengajukan banding, karena si wanita merasa bahwa harta-harta yang diperoleh selama pernikahan tersebut adalah miliknya, karena dia yang bekerja mendapatkannya semua itu. Tapi pengadilan memutuskan bahwa harta gono gini tersebut harus dibagi dua, karena meskipun si wanita merasa dia yang bekerja keras mendapatkan harta tersebut, tapi harta tersebut di dapatkan selama pernikahan berlangsung, maka hakim pengadilan memutuskan untuk membagi dua.

Nah dari cerita tersebut, dapat disimpulkan bahwa pernikahan tersebut dilakukan tanpa perjanjian pisah harta (pre nuptial agreement), maka si lelaki berhak untuk mendapatkan harta gono gini tersebut.

Lain ceritanya bila sebelum menikah mereka membuat pre nuptial agreement, maka:

  1. Harta si wanita akan terlindungi.
  2. Harta si pria juga terlindungi, kalau misalnya, seumpamanya, ternyata dikemudian hari ketahuan bahwa si wanita mempunyai hutang segunung, maka si pria tidak harus menanggung hutang segunung tersebut. Karena si pria juga sudah terlindungi dengan adanya pre nuptial agreement tersebut.

Pre nuptial agreement merupakan tools bagi saya sebagai financial planner untuk perencanaan distribusi kekayaan.

Catch me: @rizalplanner

Email me: rizal.planner@gmail.com

WARIS

warisan

Hari Minggu lalu, 3 Maret 2013 merupakan hari yang kelam buat saya sekeluarga, karena kehilangan neneknda tercinta untuk selama-lamanya. Almarhumah sangat dekat dan care sekali pada semua orang, apalagi sama cucu-cucunya, salah satunya saya. Hubungan batin yang sangat kuat, membuat saya sulit menghadapi kenyataan ini, sampai kering rasanya air mata ini. Tapi kematian adalah hal yang pasti dan merupakan rahasia Tuhan, kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput kita.

Sebagaimana layaknya orang yang meninggal, bisa jadi mewariskan harta maupun hutang. Di Indonesia terdapat 3 hukum pewarisan yang berlaku yaitu Hukum Waris Islam (yang berlaku untuk Warga Negara Indonesia yang beragama Islam), Kitab Undang-undang Hukum Perdata (yang berlaku untuk Warga Negara Indonesia yang beragama selain Islam) dan Hukum Adat (yang berlaku untuk Warga Negara Indonesia yang beragama selain Islam). Sebagai financial planner alias perencana keuangan, sharing tulisan kali ini saya batasi pada ahli waris dan cara mewaris berdasarkan Hukum Islam karena hubungan perkawinan dan hubungan darah.

Berikut adalah perincian besarnya bagian-bagian ahli waris berdasarkan Kompilasi Hukum Islam:

  1. Anak perempuan, ½ bagian bila seorang, 2/3 bila 2 orang atau lebih anak perempuan dan apabila bersama anak laki-laki, maka bagian anak laki-laki adalah dua berbanding satu dengan anak perempuan. Dalam case nenek saya, anak-anaknya yang masih hidup adalah 2 perempuan dan 1 anak laki-laki, maka pembagiannya 2: 1 untuk laki-laki dan perempuan.
  2. Ayah, bila mempunyai anak, maka entitle mendapat seperenam bagian. Dalam case ini, karena ayah dari nenek saya sudah tidak ada, maka tidak ada yang dibagi.
  3. Ibu, bila ada anak atau dua saudara atau lebih, maka entitle seperenam bagian, dalam case ini, karena ibunda dari nenek juga sudah almarhumah, maka tidak ada yang dibagi.
  4. Duda, dalam hal ini suami dari nenek saya, kakek saya entitle mendapat ¼ bagian karena ada anak, tapi dalam case ini karena kakek saya sudah tidak ada, maka tidak ada yang dibagi.
  5. Saudara seibu, bila meninggal tanpa ada anak dan ayah, maka saudara seibu mendapakan 1/6 bagian, tapi bila saudara seibu dua atau lebih, maka saudara-saudara itu bersama-sama mendapat 2/3 bagian. Dalam case ini, saudara seibu dari nenek saya tidak ada.
  6. Saudara seayah, bila meninggal tanpa ada anak dan ayah, maka saudara seayah bila lebih dari 2 orang, maka saudara laki-laki entitle 2 berbanding 1 dibanding saudara perempuan. Dalam case ini, saudara seayah sudah tidak ada lagi yang hidup.
  7. Anak angkat dan orang tua angkat, dapat saling mewaris maksimum 1/3, dalam case ini karena nenek saya tidak punya anak angkat dan orang tua angkat, maka tidak ada yang diwariskan.
  8. Cucu, menggantikan kedudukan orangtuanya yang berhak mewaris, dalam case ini karena anak-anak dari nenek saya masih ada, maka saya sebagai cucunya tidak berhak mewaris.

Dalam case ini, misalnya harta warisan nenek saya Rp. 1 Milyar, biaya pengurusan jenazah Rp. 30 juta, biaya rumah sakit Rp. 60 juta, hutang Rp. 10 juta maka sisa harga warisannya adalah Rp. 900 juta. Ahli warisnya 2 orang anak perempuan dan 1 laki-laki.

Ahli waris Bagian Perhitungan Total
2 anak perempuan 2/4 2/4 x 900 juta 450 juta
1 anak laki-laki 2/4 2/4 x 900 juta 450 juta

 

 

1 anak laki-laki + 2 anak perempuan = 4 anak perempuan

= 900 juta / 4 = Rp. 225 juta

1 anak laki-laki mendapat 450 juta, dua anak perempuan masing-masing entitle Rp. 225 juta.

So guys, buatlah family tree anda masing-masing, biar tahu siapa saja lingkaran dalam keluarga kita.

In memoriam to my beloved Grandma Sapiah binti Muhammad Ridwan.

Catch me: @ rizalplanner

Contact me: rizal.planner@gmail.com

Surat Wasiat = Hemat Pajak!

 surat wasiat

Dalam 1 hari saya mendapatkan 2 berita duka sekaligus, salah satunya kepergian suami teman saya yang berada di puncak karirnya. Kedua, ibu teman baik saya. Memang hidup mati itu sudah di takdirkan oleh Allah SWT, dan kita sebagai manusia tidak bisa tahu rahasiaNya, dimana dan kapan kita akan kembali padaNya.

Sebagai Financial Planner alias Perencana Keuangan, sisi yang saya lihat adalah bahwa setiap orang yang meninggal pasti akan meninggalkan harta benda yang dimilikinya kepada pewaris, bisa istri, anak, keluarga dalam hubungan sedarah. Dalam financial planning situasi ini  disebut perencanaan distribusi kekayaan atau estate planning. Tidak ada hubungannya dengan real estate perumahan ya bos. Dalam tulisan ini, saya hanya membatasi distribusi kekayaan berupa rumah.

Yuk kita lihat contoh sederhana ini:

Jika seseorang meninggalkan properti berupa rumah, dan sebelum meninggal dunia ia menulis surat waris/wasiat, maka si anak entitle untuk mendapatkan properti tersebut. Namun, jika tidak ada surat waris/ hibah wasiat, maka si anak yang notabene berhak mendapatkan warisan harus mendapatkan surat keterangan ahli waris dari kelurahan dan kecamatan, dan ini pasti ada biayanya! wong bikin KTP aja yang katanya gratis, juga harus bayar, apalagi ini yang ada duitnya (there’s no such free lunch). Biaya ini akan jauh lebih taktis dan hemat, jika si pewaris sudah menuliskan surat wasiat melalui notaris yang di tunjuknya, of course there is price but its worth the price.

Apalagi manfaat surat waris/wasiat?

Dalam hibah wasiat, maka si ahli waris entitle mendapatkan discount 50% dari 5% Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang di atur dalam Peraturan Gubernur DKi No. 112/2011 – ini hanya berlaku untuk wilayah DKI ya guys – nilai ini mau ga mau harus di bayarkan dan di setorkan ke kas daerah, dan dibayarkan saat akte di tandatangani.  Selain itu si ahli waris entitle mendapatkan pengurangan Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP). Jika asumsi Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) rumah tersebut Rp. 500.000.000. secara perhitungan si ahli waris akan hemat pajak Rp. 17.250.000,

Simulasi sederhananya sebagai berikut:

      Dengan Hibah Wasiat  Tanpa Wasiat
 NJOP*

    500,000,000

   
 NPOPTKP**  

 (Rp. 350.000.000)

 (Rp. 80.000.000)

 BPHTB yang dibayarkan  

                           3,750,000

                      21,000,000

 Hemat pajak  

                         17,250,000

 

Ket:

*) Nilai Jual Objek Pajak

     

**) Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak

 

Tulisan ini bukan untuk menakut-nakuti diri sendiri ataupun orang tua kita supaya bagi-bagi waris sekarang. Sekedar pengingat, dengan membuat surat wasiat artinya menghemat bayar pajak bagi ahli waris, kita berpikir lebih efektif dan penuh persiapan untuk keluarga kita. Buat apa kita bayar pajak besar, kalau kita bisa hemat pajak, bukan begitu?

Kesimpulannya: Mari kita hemat pajak dengan tetap taat aturan!

 

Catch me: @rizalplanner

 @rizal.planner@gmail.com