Review Buku: Real Estate Riches by Dolf de Roos, Ph.D

pic source: judyoz.com

pic source: judyoz.com

 

Pengarang buku ini seorang Kiwi (sebutan khusus untuk orang New Zealand), Dolf De Roos namanya. De Roos mengasosiasikan bukunya  dengan Robert Kiyosaki, pengarang buku Rich Dad Poor Dad, seri dari “Rich Dad Advisor™”, warna cover nya pun ungu hitam, mengikuti tema cover buku Kiyosaki. Di dalamnya juga ada pengantar dari Kiyosaki. De Roos adalah seorang Ph.D di bidang electrical engineering, yang tidak pernah kerja pada orang. Menurut ceritanya, de Roos pernah ditawari pekerjaan dengan gaji sebesar US$ 32.000 setahun, tapi ditolaknya, karena seminggu sebelumnya dia sudah deal transaksi real estate senilai US$ 35.000. De Roos bilang kalau dalam seminggu bisa dapat US$ 35000, ngapain harus kerja setahun untuk uang yang lebih kecil US$ 32.000?

Ada beberapa poin yang ingin De Roos highlight dalam bukunya:

  1. The 100:10:3:1 rule

Maksudnya De Roos kalau kita sedang mencari properti, carilah 100 unit properti, kemudian buatlah penawaran untuk 10 unit, selanjutnya cobalah cari pendanaan untuk 3 unit dan akhirnya anda hanya akan beli 1 unit. ‘Cari’ disini maksudnya inspeksi secara fisik unit dari masing-masing properti tersebut.

  1. Ignore biaya broker dan komisi untuk simplicity.

Menurut saya kalau kita jual properti melalui broker, paling tidak 2%-3% dari nilai transaksi harus kita keluarkan sebagai komisi. Komisi ini tetap harus diperhitungkan. Selain itu biaya transaksi properti sangat signifikan, seperti pajak yang harus dibayar oleh pembeli dan penjual, biaya notaris, dll.

  1. KPR memberikan leverage yang lebih tinggi dari pada membeli saham dengan fasilitas margin.

Besar bunga fasilitas margin lebih tinggi dari bunga bank, semakin lama uang ditahan semakin besar pula bunga yang harus dibayarkan. Poin ini terkait dengan besar bunga dan jangka waktu KPR vs fasilitas.

  1. Biaya sewa meng cover biaya-biaya yang terkait properti.

De Roos bilang bahwa kalau kita beli properti dengan bijak dan menyewakannya, maka uang sewa tersebut akan meng cover biaya-biaya yang timbul seperti cicilan, biaya pemeliharaan, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Menurut saya jika kita bandingkan harga sewa sekitar 3%-5% per tahun, sementara biaya bunga cicilan KPR per tahun 12%-15%, maka sangat jarang harga sewa dapat mengcover biaya-biaya yang timbul, seperti biaya bunga cicilan KPR tersebut.

  1. Penjual harus meng hire appraiser.

Appraiser dibutuhkan jika bank atau perusahaan pembiayaan dibutuhkan dalam transaksi ini. Sementara itu di lain sisi, seorang investor harus lebih jeli dari appraiser itu sendiri. Sang investor harus lebih kenal medan.

  1. Membandingkan saham dengan real estate

De Roos ingin mencoba membuktikan bahwa real estate lebih baik daripada saham, karena harganya yang sangat berfluktuasi dibandingkan harga real estate.

  1. Hanya dibutuhkan common sense untuk berinvestasi di properti.

Padahal menurut Matius Yusuf, Direktur Pemasaran dari Agung Podomoro – salah satu perusahaan properti di tanah air, perlu ilmu yang memadai, kecepatan dan ketajaman dalam berpikir dan bertindak untuk membeli suatu properti. Artinya sang investor perlu dibekali ilmu manajemen keuangan, hukum yang terkait properti, perpajakan, asuransi dll.

  1. De Roos bilang, anda akan mendapatkan feel harga dari suatu properti setelah me’lihat’ beragam properti.

 

Tidak semua poin bisa di aplikasikan menurut saya, jadi tinggal bagaimana kita ambil yang related saja.

 

 

Catch me     : @rizalplanner

Email             : rizal.planner@gmail.com

 

Tags: financial planner, perencana keuangan, properti, Real Estate Riches, Real Estate, Dolf de Roos, buku properti.

RAHASIA CARA PIKIR ORANG KAYA

source:simpledollar.com

source:simpledollar.com

Ada 1 lembaga penelitian sekuler di USA yg meneliti tentang orang-orang  bahagia. Karena ini lembaga sekuler, ukuran bahagia pertama adalah banyaknya uang, maka lembaga tersebut mensurvey orang-orang kaya (milyuner) dengan sample awal sebanyak lebih dari 200 ribu orang milyuner. Dari 200 ribu itu disaring kadar bahagia-nya berdasarkan berbagai parameter termasuk keluarga tersebut. Hasil saringan terakhir ada sekitar 200 orang yang dianggap sangat bahagia, karena selain kaya, bisnisnya luar biasa, menikmati hidup, keluarganya beres.

 Hasil survey tersebut ditulis dalam buku karangan Thomas Stanley berjudul “The Millionaire Mind”.

Orang-orang kaya tersebut rata-rata sudah berumur, mereka adalah orang kaya dalam 1 generasi, artinya bukan kaya warisan, tapi kaya dengan modal zero, alias kerja sendiri. Kemudian orang-orang ini diwawancara satu per satu secara detail, dan di-summary-kan gaya hidup orang-orang tersebut, berikut 10 gaya hidup:

1. Orang-orang tersebut FRUGAL = HEMAT
 Artinya: Mereka penuh pertimbangan dalam memanfaatkan uang mereka. Untuk  beli sesuatu, pikir-pikir dulu sekitar 20 kali, tipe orang yang tanya sama Tuhan tentang segala sesuatu pengeluaran. Mereka tidak diperbudak mode, meskipun tidak kuno, tapi modis. Mereka tahu dimana beli barang bagus tapi murah.

2. Orang-orang tersebut selalu hidup di bawah income mereka, tidak hidup gali lobang tutup lobang alias anti utang.

3. Sangat loyal terhadap pasangan – tidak cerai dan setia!

4. Selalu lolos dari prahara baik dalam keluarga/bisnis (di USA sering resesi ekonomi, mereka selalu lolos).
 Setelah ditanya apa kunci lolosnya, jawabannya: “Overcoming worry and fear with The Bible and pray,with faith to God. We have God and His word

5. Cara berpikir mereka berbeda dalam segala segi dengan orang-orang kebanyakan
Ccontoh: Kita kalau ke mall, mikir abisin duit, mereka malah survey mencari bisnis apa yang paling laku di mall. They think differently from the crowd. Mereka “man of production” bukan “man of consumption

6. Ketika ditanya kunci suksesnya;
 a. Punya integritas = omongan dan janji bisa dipegang dan dipercaya.
 b. Disiplin = tidak mudah dipengaruhi, dalam segala hal, termasuk disiplin dalam hal makanan,  mereka orang yang   tidak sembarangan konsumsi makanan. Tidak serakah.
 c. Selalu mengembangkan social skill = cara bergaul, belajar getting along with people, belajar leadership, menjual ide, mereka orang yang meng-upgrade dirinya, tidak malas belajar.
 d. Punya pasangan yg support, selalu mendukung dalam keadaan enak/tidak enak. Menurut mereka, integrity dimulai di rumah, kalau seorang suami/istri tidak bisa dipercaya di rumah, pasti tidak bisa dipercaya diluar.

 7. Pembagian waktu/aktivitas, paling banyak untuk hal-hal berikut:
 a. Mengajak anak dan cucu olahraga, alasannya: dengan olahraga bisa meningkatkan fighting spirit yang penting untuk pertandingan rohani untuk menang sebagai orang beriman, untuk bisa sportif (menerima kenyataan, tetapi dengan semangat untuk memperbaiki dan menang).
 b. Banyak memikirkan tentang investment.
 c. Banyak waktu berdoa, mencari hadirat Allah, belajar Firman. Ini menjadi lifestyle mereka sejak muda.
 d. Attending religious activities.
 e. Sosializing with children and grand child, ngobrol.
 f. Entertaining with friends, maksudnya bergaul, membina hubungan.
 

8. Have a strong religious faith, dan menurut mereka ini kunci sukses mereka.

 9. Religious millionaire
 Mereka tidak pernah memaksakan suatu jumlah aset sama Tuhan, tapi mereka belajar mendengarkan suara Tuhan, berapa jumlah aset yang Tuhan inginkan buat mereka. Minta guidance untuk bisnis. Mereka bukan type menelan semua tawaran bisnis yang disodorkan kepada mereka, tapi tanya Tuhan dulu untuk mengambil keputusan.

 10. Ketika ditanya tentang siapa mentor mereka, jawabannya adalah  TUHAN.

catch me: @rizalplanner

contact : rizal.planner@gmail.com