MENGHITUNG DANA PENSIUN

Pension

Memang rejeki itu sudah ada yang ngatur, kalau sudah rejeki gak akan kemana. Rasanya kalimat seperti itu sering kita dengar. Jadi kalau untuk pensiun pun kita sudah yakin nanti pasti ada rejekinya. Atau kalau keburu meninggal duluan, ya tidak usah pusing mikirin pensiun. Umur rahasia Tuhan, kalau di kasih umur panjang sampai setelah pensiun, maka kita sudah siap dengan rencana pensiun kita. Semakin muda kita memulai persiapan pensiun semakin baik.

Ada dua aspek kehidupan untuk setiap orang bila dilihat by product, yang pertama jika ia meninggal lebih dahulu, apa yang diwariskan untuk keluarga yang ditinggalkan, yang kedua, kalau ia panjang umur, mau hidup dengan apa?  Untuk tulisan kali ini, membahas poin yang kedua, untuk orang yang pensiun.

Kalau gaya hidup sekarang seminggu sekali kongkow-kongkow ngafe dengan teman-teman, maka dalam perencanaan perhitungan pensiun ini, gaya hidup seperti itu masih tetap diperhitungkan. Yang perlu kita perhatikan bahwa angsuran atau cicilan rutin (seperti angsuran properti – KPR/KPA) di asumsikan sudah lunas. Normalnya bank memberikan fasilitas kredit kepada seseorang sampai yang bersangkutan menjelang pensiun, sehingga pada saat pensiun, sudah tidak ada cicilan lagi. Di lain sisi dengan bertambahnya umur, risiko kesehatan juga semakin meningkat, yang akan berdampak semakin tingginya premi asuransi kesehatan yang harus dibayarkan. Dengan masuknya masa pensiun, maka tidak ada lagi utang properti atau cicilan rumah (KPR/KPA) yang mengkonsumsikan 30% dari total pendapatan bulanan anda. Sehingga apabila pendapatan anda (27th) sekarang sebesar Rp. 10 juta per bulan, dikurangi beban cicilan properti maka pendapatan bersih anda Rp. 7 juta yang dapat anda gunakan untuk menunjang kebutuhan hidup anda sehari-hari. Dari data  Badan Pusat Statistik (BPS) inflasi 5 tahun terakhir, asumsikan inflasi rata-rata 6,3% per tahun, sisa usia produktif 28 tahun. Dengan konsep Time Value of Money, anda bisa menghitung berapa dana pensiun yang anda butuhkan.

Pertama yang perlu kita hitung adalah berapa pendapatan bersih anda selama setahun di usia 55. Jika pendapatan bersih sebulan saat ini Rp. 7 juta, maka dalam setahun Rp. 84 juta, dengan inflasi 6,3% sebulan, pendapatan anda di usia 55 sama dengan Rp. 465 juta. Artinya nilai uang Rp. 84 juta saat ini sama dengan Rp. 465 juta pada saat usia 55 tahun nanti atau 28 tahun kemudian.

Tahap kedua, hitung berapa biaya hidup selama pensiun (sebelum meninggal). Jika rata-rata usia hidup sampai dengan 70 tahun, maka ada masa 15 tahun dimana anda harus membiayai hidup anda. Dari hitungan tahap pertama di atas, biaya hidup per tahun Rp. 465 juta, inflasi 6.3%, maka selama masa 15 tahun tersebut sampai usia 70 tahun, dana yang anda butuhkan sebesar Rp. 4,43 Milyar. Artinya untuk bisa hidup selama 15 tahun sejak usia pensiun 55, dengan gaya hidup yang sama saat ini, kongkow kongkow ngafe seminggu sekali serta dengan asumsi tingkat inflasi yang kurang lebih sama, anda membutuhkan dana Rp. 4,43 Milyar selama 15 tahun tersebut.

Tahap ketiga, hitung berapa cicilannya untuk mendapatkan dana pensiun tersebut. Dari hitungan tahap kedua, anda sudah mendapatkan angka Rp. 4,43 Milyar sebagai dana pensiun yang harus di bentuk. Dengan rentang waktu 28 tahun menjelang pensiun, anda bisa memilih instrumen investasi yang bertipe agresif. Misalkan menggunakan instrumen pasar modal yang bisa memberikan return (imbal hasil) 15% per tahun, maka cicilan yang perlu di siapkan kurang lebih Rp. 865 ribu per bulan. Artinya dengan memilih instrumen yang bisa memberikan imbal hasil 15% per tahun selama 28 tahun, cicilan yang perlu dibayarkan setiap bulannya ‘hanya’ Rp. 865 ribu sehingga terbentuk dana pensiun Rp. 4,43 Milyar.

Semakin jauh persiapan dana pensiun, semakin kecil dana cicilan yang dibutuhkan, bayangkan bila anda baru mempersiapkan dana pensiun setelah berusia 40 tahun, maka cicilan per bulan nya melonjak menjadi Rp. 2,99 juta per bulan nya.

Dalam menyiapkan dana untuk kebutuhan pensiun tersebut, anda bisa memilah instrumen investasi apa yang akan anda gunakan, agar pensiun masih bisa mempertahankan gaya hidup seperti saat ini. Karena tujuan anda untuk pensiun, tentu tenor pilihan investasi adalah yang jangka panjang, instrumen di pasar modal seperti reksadana saham bisa menjadi pilihan.

Sebagai catatan, semakin pendek waktu persiapan anda untuk pensiun, semakin rendah tingkat risiko investasi yang di pilih, hal ini penting untuk meminimalisasi risiko investasi. Namun konsekuensinya return atau imbal hasil nya juga relatif lebih rendah. Ilustrasinya kalau masa pensiun anda kurang dari 7 tahun, maka reksadana campuran bisa menjadi pilihan, di bawah 3 tahun, reksadana pendapatan tetap bisa menjadi pilihan. Semakin pendek masa investasi, pilihlah investasi yang risikonya lebih rendah dan menghasilkan, meskipun imbal hasil relatif lebih kecil.  Saat ini investasi reksadana tersebut bisa anda akses secara online melalui Manajer Investasi yang mengelola reksadana, atau melalui portal tertentu, atau melalui bank sebagai agen. Pembelian reksadana bisa dilakukan secara berkala dengan mendebit rekening  anda setiap tanggal tertentu. Semua  performa dari masing-masing reksadana  baik syariah maupun konvensional yang di jual juga dapat dilihat secara transparan.

Terakhir, review berkala perlu dilakukan bila penghasilan anda meningkat, gaya hidup juga meningkat, otomatis perhitungan dana pensiun juga harus di tambah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s