Bagaimana Mewujudkan Naik Haji Lebih Cepat?

Haji di Mekah

 

“…bersamaan dengan keberangkatan kami ke Tanah Suci, mohon maaf lahir dan batin atas segala khilaf dan kesalahan kami.., kami berencana akan berangkat menunaikan ibadah haji …..dst. kira-kira itu ucapan dari kerabat dan sahabat yang akan naik haji tahun ini.

Siapa sih umat muslim yang gak pengen naik haji… mulai dari tukang becak sampai presiden atau raja di dunia ini pasti punya keinginan untuk naik haji, karena itu seperti ‘mimpi’ umat muslim untuk bertamu ke rumah Tuhan nya, naik haji (bagi yang mampu) juga merupakan tujuan untuk melengkapi rukun Islam. Memang tidak murah naik haji, dengan asumsi biaya tahun ini sekitar Rp. 34.641.340 juta atau setara USD 2.585 dengan asumsi nilai tukar Rp. 13.400/USD.  Ongkos haji sesuai ketetapan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2016. Atau bila menggunakan ONH Plus biaya nya sekitar USD 12.000 per orang atau kurang lebih Rp. 160 juta per orang atau 4,6 kali dari ONH regular.

Untuk ONH Reguler, daftar tunggu saat ini sudah mencapai 40 tahun di daerah, jadi kalau kita daftar umur 35 tahun, maka baru bisa berangkat waktu sudah jadi kakek nenek umur 75 tahun, itu juga dengan catatan kalau kita sampai umur segitu. Sementara kalau untuk mendapat nomer pendaftaran kita harus menabung dulu sampai terkumpul Rp. 25 juta, baru kemudian melunasi sisanya. Bisa dibayangkan bila ternyata 40 tahun kemudian ongkos haji naik menjadi Rp. 180 juta, maka sisanya harus kita lunasi untuk bisa pergi haji, sementara uang yang Rp. 25 juta itu mengendap tanpa hasil.

Kalau mau pergi cepat dari negara lain seperti Filipina, urusan nya bisa repot, kena deportasi sampai ancaman kehilangan kewarganegaraan.

Oleh karena itu pilihan paling logis dari sisi waktu, adalah dengan ikut ONH Plus, meskipun lebih mahal, tapi dari sisi waktu, umur calon haji dan rentang waktu tidak terlalu jauh, karena waktu tunggu ONH Plus jauh lebih cepat dari ONH Reguler (saat ini kurang lebih 7-8 tahun).

Asumsikan ongkos naik haji USD 12.000 atau IDR 160 juta, bila kita menggunakan tabungan syariah Rupiah, dengan bagi hasil nya kurang lebih 2%, maka akan butuh waktu yang lama dan dana yang lebih besar untuk mewujudkan naik haji kita, tapi…. bila kita menggunakan instrumen reksadana syariah, maka waktu dan nominal dapat lebih cepat dan lebih murah.

Ilustrasi dengan instrumen reksadana syariah Rupiah- bisa dilihat tabel di bawah ini:

Type Cicilan per bulan selama 3 tahun Cicilan per bulan selama 4 tahun Cicilan per bulan selama 5 tahun
ONH

Plus Rp. 160.000.000

Rp. 3.38 juta Rp. 2,30 juta Rp. 1,67 juta

Asumsi kurs: Rp. 13.400/USD

 

 

Bila kita menggunakan reksadana Dollar, maka ilustrasinya sbb:

Type Cicilan per bulan selama 3 tahun Cicilan per bulan selama 4 tahun Cicilan per bulan selama 5 tahun
ONH

Plus

USD 12000

USD 300 USD 217 USD 168

 

Angka nya ternyata mirip-mirip ya, hanya saja risiko fluktuasi nilai tukar akan lebih kecil bila kita gunakan instrumen dolar juga, karena tujuan akhir ongkos haji dalam bentuk dolar (USD 12000).

Yuk luruskan niat untuk kita bisa berangkat haji…!

 

 

Catch me: @rizalplanner

Email me: rizal.plannerindo@gmail.com

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s