INVESTASI BERAROMA BUSUK

Heboh kisah Ferdy Hasan terjerumus investasi bodong, karena rekomendasi seorang financial planner jadi pembicaraan paling hot di social media.  Duit Rp. 12 Milyar pun amblas, dan ini sampai jadi urusan polisi. Apalagi sebelumnya kasus dengan financial planner yang sama, heboh di surat pembaca salah satu surat kabar nasional bulan Februari 2014 lalu. Jika kita lihat ke belakang, banyak masyarakat kita yang karena mental ingin cepet kaya cari jalan tol buat hal ini, tapi akibatnya karena mungkin lebih tergiur iming-iming untung yang bakal di dapat dibanding risiko yang akan muncul maka rasionalitas seolah-olah hilang. Penawaran investasi tersebut umumnya ditawarkan dengan return nya sangat tinggi dan seolah-olah tidak ada risiko (risk free) plus iming-iming bonus dan cash back yang menggiurkan, apalagi kalau ada endorsement dari tokoh masyarakat. Kalau sudah begini something too good to be true, it’s hard to be true. Berikut adalah summary daftar perusahaan dan pelaku yang bermasalah dalam menjalankan investasinya:

  1. QSAR (Qurnia Subur Alam Raya) perkebunan, yang ini sudah lama banget dan pemiliknya – Ramly Arabi – sudah di penjara.
  2. ADD Farm, agribisnis – ternak itik, pemiliknya Ade Suhidin.
  3. Koperasi Langit Biru, agribisnis, kerugiannya sampai Rp. 6 T. Jaya Komara sang bos koperasi, jadi urusan dengan polisi.
  4. CV. Panen Mas, agribisnis: singkong, burung puyuh, dan ayam. Aria Pratomo, Dirutnya sudah di tangkap dan dipenjara polisi.
  5. PT Triguna Jaya Usaha Bahari, penyalur tenaga kerja ke luar negeri.
  6. Golden Traders Syariah Indonesia (GTIS), pemiliknya Michael Ong buron, motifnya klien diminta untuk beli emas dengan harga 30% lebih tinggi dari harga pasar dan kemudian memberikan return 13% selama 6 bulan. Kenyataannya harga emas tidak selalu naik.
  7. PT Golden Makmur Citra Sejahtera, investasi emas, skema mirip dengan GTIS, iming-iming return 2,5% – 2,75% dengan minimum investasi Rp. 180 juta.
  8. Virgin Gold Mining Corporation (VGMC), investasi pertambangan emas di Afrika dan Amerika Latin.
  9. Lautan Emas Mulia, investasi emas, skema mirip dengan GTIS.
  10. Pohon Mas, investasi emas.
  11. PT Gold Bullion Indonesia (GBI), investasi emas.
  12. PT Makira Nature, investasi emas.
  13. PT Trimas Mulia, investasi emas.
  14. PT Peresseia Mazekadwisapta Abadi (Primaz).
  15. Sarana Perdana Indoglobal, investasi komoditas dan valuta.
  16. Wahana Bersama Global, komoditas dan valuta, di Hong Kong dan Dressel dengan bunga 24%-28% per tahun untuk investasi US$ 5.000 – US$ 10.000. padahal deposito dollar paling tinggi cuma 4%, this is too good to be true.
  17. Gama Smart, komoditas dan valuta.
  18. Amanah I, forex trading, janji return 200% dalam sebulan. Wong 30% per tahun aja sudah bagus banget.
  19. Coal Trade and Investment, yang ini usaha batubara fiktif di Kalimantan. Minimum investasi US$ 500 atau sekitar Rp. 5 juta.
  20. Koperasi Titian Rizki Utama, berlokasi di Semarang, bisnis peternakan, lembaga pengembangan pendidikan dan properti.
  21. Nino de Guzman, Seattle, USA, skema Ponzi, penipuan dan pencucian uang.
  22. Steven Bingamas, Bedford, New York, USA, skema Ponzi.
  23. Bernard Madoff, USA, skema Ponzi, di penjara 150 tahun.

Dari summary di atas, apapun nama perusahannya, ada 3 kategori besar jenis investasi yang sering dijadikan peluang penipuan:

  1. Agribisnis
  2. Emas
  3. Komoditas dan valuta

so be careful!

 

Catch me: @rizalplanner

Email me: rizal.planner@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s