Bunga KPR: pilih yang mana, fix atau floating?

man move to lower interest

Kalau kita sudah ketemu properti yang akan kita beli, baik rumah idaman, apartemen dambaan, atau ruko impian kita, maka salah satu cara pembayarannya adalah dengan pinjaman dari bank.

Saat ini banyak bank yang menawarkan KPR/KPA dengan bunga fix (tetap) dan banyak juga yang menawarkan bunga floating (mengambang). Kalau kita harus memilih, pilihlah bunga fix dengan tenor (jangka waktu) paling lama. Misalnya ada penawaran KPR:  9,75% untuk 4 tahun, 8,88% untuk 3 tahun, 7,11% untuk 2 tahun, maka pilihlah yang pertama: 9,75% untuk 4 tahun. Mengapa? Karena dengan memilih bunga fix selama 4 tahun pertama, artinya cicilan yang kita bayarkan ke bank akan tetap selama 4 tahun. Dan ini penting untuk menjaga cash flow kita dan rencana-rencana keuangan lainnya. Tapi bila kita pilih bunga floating (mengambang) artinya cicilan kita bisa berubah-ubah setiap saat/periode, misalnya, bunga 12 bulan pertama 12%, maka belum tentu untuk bunga 12 bulan berikutnya masih 12%, bisa jadi malah naik jadi 13%, yang sering disebut sebagai penyesuaian bunga pinjaman yang karena berbagai faktor biasanya naik, dan kalau pun turun karena patokan suku bunga seperti SBI (Sertifikat Bank Indonesia) turun, maka turunnya bunga KPR bisa lamaa banget dan mungkin saja stabil di angka awal.

Contoh sederhana dari cerita di atas misalnya kalau kita beli rumah dengan pinjaman 10 tahun dari bank sebesar  Rp. 500 juta, bunga KPR  fix 9,75% selama 4 tahun, maka cicilan kita per bulan Rp. 6,5 juta, jumlah ini tetap selama 4 tahun pertama, sedangkan untuk sisa 6 tahunnya akan kena bunga floating yang umumnya lebih tinggi dari bunga fix,  tapi bila sejak awal  kita pilih bunga floating 12%, maka cicilan kita pada awal periode sudah sebesar Rp. 7,2 juta. Untuk awalnya saja ada selisih Rp. 700 ribu perak yang merupakan  extra tambahan 2,25% bunga yang mesti kita bayarkan ke bank sejak awal. Tentu saja ini merugikan bagi kita sebagai konsumen. Kalau kita bisa bayar bunga lebih murah kenapa harus bayar mahal?

Memang setelah masa akhir bunga fix 4 tahun, kita akan dikenakan bunga floating oleh bank yang umumnya lebih tinggi dari bunga fix. Karena disinilah bank mendapatkan margin alias untung nya.

Nah kalau sudah habis masa bunga fix, lihat-lihat saja di market, apakah ada bank lain yang menawarkan bunga fix, kalau ada, pindahkan saja lagi.

Catch me: @rizalplanner

Contact me: rizal.planner@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s