ACCIDENT DOES HAPPEN

pitchero.com

pitchero.com

Pagi ini kita di kejutkan berita duka cita, salah satu ustadz terkenal meninggal dunia karena kecelakaan motor gede, berita-berita di sosial media menyampaikan bahwa kecelakaan tersebut kecelakaan tunggal, dini hari Jumat 26 April 2013. Mungkin habis memberikan ceramah hingga larut malam, kita tidak tahu. Tulisan kali ini tidak membahas mengenai si ustadz tapi mengenai pentingnya asuransi kecelakaan diri sebagai bagian dari perencanaan keuangan.

Kecelakaan bisa menimpa pada siapa saja, termasuk diri kita sendiri. Contoh lain kecelakaan diri adalah  karena terinjak kulit pisang hingga menyebabkan jatuh, atau karena memanjat tangga untuk membetulkan langit-langit, lampu atau apapun itu yang menyebabkan kita jatuh. Semua itu masuk dalam kategori kecelakaan diri. Di sinilah pentingnya kita mempunyai asuransi kecelakaan diri (Personal Accident). Karena jika terjadi apa-apa dengan kita, maka ada asuransi yang memberikan proteksi pada kita, apakah itu biaya medis yang harus dikeluarkan akibat kecelakaan sampai kehilangan jiwa seperti contoh kasus ustadz di atas.

Kecelakaan menurut definisi Polis Standar Asuransi Kecelakaan Diri Indonesia adalah suatu kejadian atau peristiwa yang mengandung unsur kekerasan baik yang bersifat fisik maupun kimia yang datangnya tiba-tiba, tidak dikehendaki atau direncanakan, termasuk keracunan, mati lemas atau tenggelam.

Asumsikan berita-berita tersebut benar, maka kecelakaan motor tersebut di perkirakan tidak direncanakan dan mengandung unsur kekerasan fisik karena menabrak pohon palem, jika masuk dalam definisi Polis Standar maka pihak asuransi akan memberikan uang pertanggungannya pada si ahli warisnya, misalnya dalam kasus ini istrinya si ustadz. Tapi jika ternyata ditemukan bahwa kecelakaan tersebut terdapat unsur kesengajaan atau direncanakan, maka pihak asuransi berhak untuk menolak klaim. Pihak asuransi bisa melakukan investigasi untuk kecelakaan, apalagi jika uang pertanggungannya guede.

Hal lain yang perlu di perhatikan dalam membeli asuransi kecelakaan diri adalah luasnya jaminan, maksudnya coveragenya apakah termasuk bila mengemudi sepeda motor, karena jika termasuk maka akan di cover si perusahaan asuransi, tapi jika tidak, maka percuma saja.

Ada juga pengecualian tambahan dalam polis, seperti teroris dan huru hara, maksudnya, jika kecelakaan diri terjadi karena unsur terorisme dan atau huru hara dimana kita terlibat di dalamnya, maka pihak asuransi akan menolak klaim kita.

So guys, plan yourself better and get protected.

Catch me: @rizalplanner

Email: rizal.planner@gmail.com

Advertisements

TIPS MENGHADAPI KENAIKAN BBM

source: bantenpos-online.com

source: bantenpos-online.com

Akhir-akhir ini topik hangat yang jadi pembicaraan adalah seputar rencana kenaikan harga BBM, dengan dua harga, satu untuk motor dan angkutan umum, satu lagi untuk mobil. Untuk motor asumsinya tetap Rp 4500 dan untuk mobil Rp. 6500 – Rp. 7000 (ini masih asumsi yaa, sampai tulisan ini dibuat, belum ada kepastian berapa harganya). Ini adalah sesuatu yang di luar kendali kita dan tidak bisa kita lawan, mau ga mau mobil kita tetap butuh bensin. Tapi jgn kuatir, ini bisa kita siasati.

Apa yang mesti kita perbuat? Sementara harga-harga juga sudah mulai ikut-ikutan naik?

Pertama, kita susun ulang kembali anggaran (budget) kita. Kalau sebelumnya kita punya anggaran transportasi misalnya Rp. 1 juta, anggaran hiburan seperti nonton, hang out Rp. 1 juta, maka dengan kenaikan max. 55% seperti itu maka kita realokasikan sebagian anggaran hiburan tsb ke transportasi. Sehingga anggaran baru untuk hiburan dan hang out masih tetap ada, tapi jumlahnya hanya 45% dari awal, yaitu sebesar Rp. 450 ribu, sementara anggaran transport karena kita butuh untuk aktivitas kita, tetap mendapatkan jumlah liter yang sama meskipun secara nominal naik menjadi Rp. 1,55 juta.

Cara kedua adalah dengan mengubah life style, ini mungkin yang agak sulit, karena jika kita sudah terbiasa, maka menghilangkan ketergantungan tersebut rasanya susah. Misalnya yang tadinya naik mobil, beralih naik motor atau naik kendaraan umum. Selain ongkos dan waktu yang jadi pertimbangan, juga kenyamanan yang selama ini sudah jadi standar kita sepertinya hilang. Kalkulasi kembali, berapa biaya yang anda keluarkan jika naik motor/kendaraan umum dengan naik mobil serta.

Cara ketiga, dengan mencari penghasilan lain, nah, kalau yang ini tergantung dari kreativitas kita. Misalnya kita punya halaman rumah yang kosong, bisakah di buatkan budidaya ikan? Atau mulai menanam anggrek? Atau dengan kecanggihan teknologi sekarang: jualan barang on line, barang-barang yang sepertinya remeh temeh, bisa anda package-kan dan di jual melalui media sosial. Jasa pengiriman pun sudah banyak yang bisa membantu.

Hal lain yang tidak bisa kita kurangi adalah kewajiban kita, ya hutang, cicilan rumah, cicilan mobil, semua itu mau ga mau alokasi anggarannya tetap harus ada, karena kalau tidak kita bayarkan maka risiko nya ada di kita, kalau sudah macet, kita tidak bisa bayar cicilan, maka rumah kita bisa di sita, mobil kita bisa di sita, dan lebih parahnya, nama kita pun masuk daftar hitam Bank Indonesia (BI), sehingga jika kelak kemudian hari kita mau pinjam uang lagi, sulit rasanya untuk dapat fasilitas kredit dari bank manapun di Indonesia.

Untuk itu, sebagai financial planner, saya sarankan agar kita memprioritaskan apa yang menjadi kebutuhan kita, sehingga tujuan keuangan kita tercapai.

Catch me: @rizalplanner

Email: rizal.planner@gmail.com

BELI PROPERTY YUK…!

source: cirebonproperti.com

source: cirebonproperti.com

 

Emangnya kayak beli kacang?

Tapi fenomena ini yang terjadi sekarang, orang rela antre untuk dapat nomer antrian beli properti, baik rumah, ruko maupun apartemen. Karena ada survey yang mengatakan bahwa antara supply properti dengan permintaan properti masih sangat jauh, sehingga karena lebih banyaknya permintaan dibandingkan supply barang yang ada, ga heran, harganya naik terus.

Properti merupakan salah satu instrumen yang banyak direkomendasikan sebagai portfolio investasi. Untuk pasangan muda, rumah merupakan kebutuhan, kelak dengan adanya anak-anak maka mau tidak mau tempat tinggal sudah jadi kebutuhan keluarga, masa mau nebeng di rumah orang tua terus? atau ngontrak terus?

Kalau uang belum cukup beli cash, maka hutang properti di bank (misalnya KPR – Kredit Pemilikan Rumah) merupakan hutang yang produktif, karena value dari properti tersebut akan terus naik seiring dengan berjalannya waktu. Selain itu value properti akan meningkatkan total kekayaan bersih anda.

Dengan adanya aturan Bank Indonesia, kita boleh hutang 70% dari harga transaksi, artinya 30% harus kita bayarkan cash sebagai down paymentnya.

Jika kita beli rumah melalui KPR bank, maka estimasi biaya yang timbul seperti bayar jasa notaris, pajak, Biaya Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan, (BPHTB) dan biaya-biaya lainnya, diperkirakan sebesar 10% dari value KPR yang kita ambil. Dan ini harus kita siapkan dana cash.

Misalnya harga rumah Rp. 500 juta, maka DP yang harus kita siapkan Rp. 150 juta, pajak, BPHTB dan biaya-biaya lain sebesar Rp. 35 juta.

Tabel perhitungannya seperti di bawah:

Items Harga Keterangan
Harga rumah Rp. 500 juta Nilai transaksi
Down payment (DP) Rp. 150 juta =30% dari Rp. 500 juta – siapkan dana cash
Pembiayaan bank Rp. 350 juta =Rp. 500 juta – Rp. 150 juta – hutang produktif kita.
Biaya jasa notaries, BPHTB, dan biaya lain-lain Rp. 35 juta 10% x Rp. 350 juta, yang ini juga harus cash

 Hal lain yang jadi perhatian Bank dalam menyetujui kredit adalah perhitungan rasio hutang terhadap pendapatan kita, maksimum 35%, ada Bank yang cuma kasih batas 30%.

Misalnya cicilan per bulan Rp. 5 juta selama 10 tahun, sedangkan gaji Rp. 20 juta, maka rasio hutang terhadap gaji adalah 25%, otomatis di bawah kriteria tsb.

Perhitungan tabel sederhananya bisa dilihat sbb:

Items Nilai Keterangan
Gaji Rp. 20 juta (asumsi bisa joint income dengan pasangan)
Jangka waktu 10 tahun  
Cicilan/ bulan Rp. 5 juta Terdiri dari hutang pokok dan bunga
Rasio cicilan terhadap gaji 25% Max. yang di perbolehkan 35%.

 Sebagai financial planner, investasi di properti merupakan diversifikasi dari investasi kita. Ini jelas aset yang nyata, selain itu jika kita beli melalui dengan cara hutang ke Bank, Bank akan mengecek dan memverifikasi properti yang akan di beli, karena Bank juga punya kepentingan agar rumah yang jadi agunan memang jelas adanya tidak seperti investasi bodong yang heboh itu (lihat tulisan saya: Ketipu lagi)

 So, jangan tunggu harga naik baru beli properti, tapi belilah properti dan tunggulah harga naik

 

Catch me: @rizalplanner

Email: rizal.planner@gmail.com

TIPS OPTIMASI KARTU KREDIT

 

source: pageonce.com

source: pageonce.com

Kalau anak sekolah atau anak kuliah dapat kartu kredit tentu senang sekali, bisa beli gadget baru, shopping, beli ini itu (istilahnya retail theraphy J), tinggal gesek, tanpa harus langsung bayar.

Tapi buat kita sebagai orang dewasa, yang punya keluarga, tentu dibalik kartu tersebut ada tanggung jawab besar, setiap kali kita gesek setiap kali itu pula kewajiban bayar hutang timbul.

 

Coba anda bayangkan kalau misalnya kita belanja Rp.1 juta hari ini, maka setelah 45 hari kemudian pada saat jatuh tempo kita tidak membayar, maka belanja kita akan menjadi Rp. 1.029.500 dan akan terus berbunga jika tidak dibayar, dimana dikenakan maksimum bunga kredit sebesar 2,95% per bulannya. Yang artinya bunga per tahun sebesar 35.4%. Ini kurang lebih sama dengan bunga KTA (kredit tanpa agunan) (lihat tulisan saya DI BALIK PENAWARAN KTA https://rizalplanner.wordpress.com/2013/01/07/di-balik-penawaran-kta/). Memang prinsip kartu kredit ini adalah pinjaman unsecured buat bank karena tidak ada agunan yang mengikat si pengguna kartu kredit sehingga sebagai kompensasinya bank mengenakan bunga yang tinggi seperti itu. Untuk urusan bunga, ada aturan dari Bank Indonesia yang mengatur batas maksimum suku bunga kartu kredit sebesar 2,95% per bulannya).

 

Saat ini bank berlomba-lomba menawarkan kartu kreditnya, dengan iming-iming poin atau hadiah tertentu sebagai gimmicknya. Oleh karena itu kita harus smart dalam mencermati penawaran-penawaran tersebut. Prinsip yang harus diperhatikan untuk mengoptimalkan kartu kredit:

  • Pilih kartu kredit dimana anda biasa menyimpan uang anda, karena itu akan mengingatkan dan mempermudah anda akan kewajiban (baca: bayar hutang) anda. Jika lebih dari satu, pilih yang sesuai dengan kebutuhan anda.

 

  • Pilih yang menawarkan free annual fee for life, saat ini sudah banyak bank yang menawarkan kartu beban iuran tahunan ini. Kalau ada terms and condition nya, perhatikan dengan cermat apa saja yang disyaratkan.

 

  • Perhatikan tanggal cetak billing (tagihan) dan tanggal jatuh tempo, ini penting, karena jika anda belanja setelah tanggal cetak billing maka tagihan akan jatuh tempo pada periode berikutnya, misalnya tanggal cetak billing setiap tanggal 18, maka jika anda belanja tanggal 19 maka kewajiban bayar anda baru akan tercetak 30 hari lagi plus 15 hari lagi untuk membayar setelah tanggal cetak berikutnya, sehingga total 45 hari, sehingga tanggal jatuh temponya adalah tanggal 3 bulan berikutnya. Jika anda bayar penuh (full payment) pada tanggal jatuh tempo, maka anda tidak akan dikenakan bunga maksimum itu. Tapi jika lewat tanggal jatuh tempo, maka siap-siap bayar bunga deh. This is one way how bank earn money. Kalau kita ga bayar-bayar maka akan ada peringatan-peringatan terlebih dahulu sampai kalau sudah lewat batas tertentu tidak bayar juga, maka akan di datengin preman-preman yang siap nagih ke anda, seperti kasus salah satu bank asing yang membuat si nasabah meninggal. (sepertinya tidak perlu saya sebutkan nama bank dan orangnya disini).

 

Summary nya sbb:

 

Tanggal transaksi Tanggal Cetak billing Tanggal Jatuh Tempo Keterangan
17 Maret 18 Maret 3 April Meskipun baru 1 hari, tanggal cetak billing tetap tgl 18 pada periode yang sama.
19 Maret 18 April 3 Mei Karena tanggal transaksi lewat dari tanggal 18, maka baru akan di cetak pada periode berikutnya.

 

 

  • Kalau sudah nunggak bayar, urusannya jadi panjang, nama anda akan masuk black list di Bank Indonesia, dan dampaknya jika anda mau pinjam dana lagi ke bank, akan sulit, karena record anda yang jelek di perbankan. Bank akan mengecek terlebih dahulu status anda di Bank Indonesia, apakah pernah macet kreditnya? Oleh karena itu hati-hatilah dalam menggunakan kartu kredit.

 

  • Selain itu yang harus anda perhatikan adalah, bahwa maksimal belanja yang sebaiknya dapat anda gunakan adalah 15% dari penghasilan anda, agar tidak mengganggu cash flow anda, angka 15% ini diluar kewajiban anda yang harus di bayar untuk cicilan rumah. Jadi misalkan gaji anda Rp. 10 juta, maka maksimum hutang diluar cicilan rumah Rp. 1,5 juta.

 

  • Jika anda sering travelling, makan enak di restoran, belanja, maka gunakan poin atau penawaran yang ada, misalnya diskon 50% untuk makan di restoran tertentu, adanya potongan biaya tiket jika kita gunakan poin di kartu kredit tertentu, atau adanya life insurance yang meng cover setiap kali kita gunakan kartu kredit tersebut untuk membeli tiket pesawat. Semua itu akan mengoptimalkan kartu kredit kita bila kita cermat.

 

So be wise and be smart dalam menggunakan kartu kredit.

 

Catch me: @rizalplanner

Contact me: rizal.planner@gmail.com