KETIPU LAGI…

Sumber: businesstoday.intoday.in

Sumber: businesstoday.intoday.in

Heran saya, kenapa masih ada saja orang yang ketipu dengan model investasi emas dengan iming-iming return (imbal hasil) yang tinggi, seperti kasus Raihan Jewellery (“RJ”) yang beritanya hari ini jadi headline harian Kontan (Rabu, 27 Februari 2012).  Kasus penipuan seperti ini sekarang sudah masuk laporan polisi.

Skema penawaran investasi emas “RJ” seperti ini: pembelian emas batangan minimal 100 gram dengan harga 20%-25% di atas harga emas Logam Mulia, kemudian kita di janjikan akan dapat bonus 1,5% – 2,5% per bulan selama 6 bulan. Jadi kalau harga emas per gram hari ini Rp. 536.000, dan kita beli 2 kg saja, artinya harga yang kita bayarkan ke “RJ” Rp. 1,3 Milyar dan setiap bulan terima bonus Rp. 33 juta selama 6 bulan, atau kalau tidak beli fisiknya, maka kita dapat surat perjanjian investasi dengan janji nilai keuntungan 4,5% dan 5,4% per bulan selama 6 bulan dan 12 bulan.  Dalam kasus ini, setelah bulan ke-4 “RJ” tidak mampu lagi membayar return kepada investornya, ditambah lagi uang pokoknya yang juga tidak balik.

Jika dihitung, untuk pembelian emas secara fisik, maka per tahun “RJ” menjanjikan return 18%-30%, sementara jika tidak beli fisik alias hanya dapat surat perjanjian investasi saja, return nya jauh lebih besar 54% -65% per tahun, bandingkan dengan return reksadana saham yang ‘hanya’ bisa mencapai 24% – 27% per tahun, apalagi deposito yang hanya 5,75% per tahun. Maka jika kita di tawari dengan janji-janji surga investasi seperti ini, sebaiknya kita pelajari baik-baik, atau bertanyalah kepada expert nya – financial planner anda.

Sebagai financial planner, saya sarankan jika anda ingin membeli emas batangan seperti LM Antam, belilah langsung di toko emas, ada barang ada uang. Pastikan anda tahu berapa harga pasaran LM hari itu dan mintalah sertifikatnya. Jadi kalau mau beli 2kg emas, anda bisa bawa cash Rp. 1,3M ke toko emas atau transfer atau debit ke rekening pemilik toko emas tsb. Harga LM Antam yang tertera di website Antam jauh lebih mahal daripada harga di toko emas. Jadi cek dulu harga pasaran toko berapa.

Saya melihat bahwa masih banyaknya orang-orang yang tertipu ini karena faktor serakah (greed) ingin mendapatkan untung besar tapi tidak memperhitungkan resikonya. Sialnya lagi bila investor “RJ” tersebut meminjam uang ke bank untuk investasi tsb. sudah uang pinjaman hilang, cicilan harus jalan terus ke bank. Nangis bombay deh.

Masih ada beberapa perusahaan lain yang menawarkan model investasi emas, oleh karena itu waspadalah.., waspadalah.

 

Catch me: @rizalplanner

Contact: rizal.planner@gmail.com

Advertisements

PAKTA INTEGRITAS

Pakta Integritas

 

Hiruk pikuk politik di negeri ini sepertinya tidak akan ada habisnya, padahal saat ini masih awal tahun 2013, sedangkan pemilu tahun 2014, masih ada waktu 1 tahun lebih, tapi sudah heboh, mulai dari skandal sapi, sampai yang terakhir turunnya elektabilitas satu partai.

Kasus-kasus yang menimpa kader salah satu partai penguasa saat ini di Indonesia membuat sang pemimpin turun tangan dan menginstruksikan untuk membuat pakta integritas. Pakta integritas partai ini antara lain berisi komitmen kader partai untuk “menyejahterakan masyarakat”, menjaga nama baik partai, bertindak adil dalam menjalankan tugas, meningkatkan taraf hidup masyarakat miskin, patuh dan taat kepada konstitusi dan semua peraturan yang berlaku serta menaati kode etik partai. Saya tidak perlu menyebut nama partainya, semua sudah tahu yang dimaksud. Yang menurut saya semua itu hanya politik pencitraan saja.

 

Dari perpektif keuangan keluarga, pakta integritas juga penting, bahwa kita punya komitmen untuk mensejahterakan keluarga kita dengan penuh tanggung jawab dan terencana.  Ada 5 poin penting yang mesti masuk dalam ‘pakta integritas’ perencanaan keuangan keluarga antara lain:

  1. Dana darurat, alokasi dana ini penting untuk mengantisipasi kejadian-kejadian darurat yang tidak terduga dalam keluarga kita, misalnya sang pencari nafkah kehilangan pekerjaan akibat PHK dan butuh waktu sampai mendapatkan pekerjaan kembali.
  2. Dana pendidikan anak-anak, anak-anak kita merupakan tanggung jawab kita, dana pendidikan mereka harus di persiapkan sejak dini, persiapan dana pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, SMU sampai Perguruan Tinggi dapat dilakukan dengan berbagai cara, bisa menabung, membeli asuransi, atau berinvestasi secara rutin.
  3. Dana perlindungan, bila terjadi sesuatu dengan pencari nafkah, maka keluarga kita sudah mendapatkan perlindungan, ini bisa kita peroleh melalui asuransi. Belilah perlindungan asuransi jiwa sesuai kebutuhan proteksi, ingat kebutuhan proteksi saja, jangan mencampurkan dengan lainnya seperti investasi atau tabungan.
  4. Dana rumah tinggal, harga properti terus naik setiap hari, kebutuhan akan tempat tinggal sangat tinggi sementara supply properti masih jauh di bawah demand. Dana ini kita gunakan sebagai down payment dari rumah tinggal yang akan kita beli, syukur-syukur kalau dananya lebih dari cukup sehingga bisa beli tunai. Dana ini bisa kita dapat dari tabungan kita dan investasi kita setiap bulannya.
  5. Dana pensiun, apakah anda sudah melihat bagaimana orang tua anda dalam masa pensiun? Apakah cukup dana bulanannya? Apakah anda sudah terbayangkan bila anda pensiun seperti apa? Inilah pentingnya mengapa kita perlu memikirkan dana pensiun kita sejak dini, baik dari pendapatan aktif dimana kita masih harus bekerja maupun pendapatan pasif seperti pendapatan dari kos-kosan, menyewakan apartemen ataupun pendapatan pasif lainnya.

 Untuk ‘pakta integritas’ kesejahteraan keluarga merupakan komitmen kita kepada keluarga kita tercinta dan bukan sekedar dagelan pencitraan politik belaka.

 Conclusion: Let’s plan for a better future for our beloved family.

 Catch me: @rizalplanner

Contact: rizal.planner@gmail.com

 

 

TIPS PRAKTIS: AKUMULASIKAN KEKAYAAN ANDA

sumber:rahasiacantikmenarik.blogspot.com

sumber:rahasiacantikmenarik.blogspot.com

Berapa banyak yang kita sisihkan tiap bulan untuk menabung? Berapa banyak untuk investasi?

Jika setiap bulan kita sisihkan 10% dari penghasilan kita untuk ditabung, artinya kita menempatkan uang kita di tempat yang risikonya kecil dan relatif aman seperti tabungan atau deposito di bank. Instrumen keuangan seperti ini tidak untuk melipatgandakan kekayaan tapi lebih pada mengakumulasikan. Ini yang namanya akumulasi kekayaan.

Sedangkan kalau investasi, artinya kita menempatkan uang kita di instrumen keuangan maupun non keuangan untuk melipatgandakan kekayaan serta mempunyai risiko contohnya investasi di reksadana, saham, emas, properti, obligasi, sukuk dan instrumen investasi lainnya. Ini yang disebut akselerasi kekayaan. Instrumen-instrumen tersebut berbanding lurus antara risiko dan return yang diberikan. Contohnya saham, potensinya besar untuk mendapatkan hasil yang tinggi, tapi risikonya besar juga untuk kehilangan uang.

Tips praktis:  sisihkan 10% untuk menabung setiap bulannya secara rutin, anggaplah ini sebagai bayaran diri anda tiap bulan, kemudian sisanya anda pos-pos kan untuk pengeluaran.
Misalnya gaji anda Rp 20 juta setiap bulan, maka Rp 2 juta anda tabung setiap bulannya, sisanya Rp 18 juta anda pos kan untuk pengeluaran rumah tangga, bayar cicilan rumah, mobil, keperluan anak, pendidikan, investasi dll.

Kesimpulan: menabung secara disiplin, mengakumulasikan kekayaan anda.

Catch me: @rizalplanner
Contact: rizal.planner@gmail.com

GEMPA BUMI

gempa-bumi

Kemarin Jakarta banjir lagi, belum lagi adanya kebakaran di kawasan bisnis terpadu, plus macet sebagai imbasnya. Selain itu, di timur sana, di Kepulauan Solomon, di Kawasan Pacific, terjadi gempa bumi 8 skala Richter, hari ini di Pesisir Selatan Sumatera Barat & Tapanuli Selatan kisaran 5 skala richter.

Banjir, kebakaran, gunung meletus dan gempa bumi merupakan sesuatu yang tidak di duga dan tidak di harapkan untuk terjadi pada kita, dalam bahasa asuransinya Act of God.

Kita tentu masih ingat tsunami di Aceh, gempa di Jogja, letusan gunung Merapi, dan masih banyak gempa-gempa lainnya sebelumnya di bumi Indonesia tercinta ini yang bersifat katastropi, kerugian yang sangat besar.

Konon menurut para ahli, Indonesia terletak di pertemuan lempeng bumi Euronasia dan lempeng Australia yang rentan bergerak, dengan banyak gunung api aktif. Ini berarti risiko yang ada pun semakin besar bagi kita penduduk Indonesia.

Seperti halnya kebakaran, banjir yang bisa kita proteksi dengan perluasan asuransi (lihat tulisan saya: Banjir), gempa bumi, letusan gunung dan tsunami, atau bahasa asuransinya Act of God pun bisa kita proteksi dengan membeli tambahan polis untuk properti kita. Dengan membeli polis tambahan, maka kita melindungi properti kita dari kerugian akibat dampak gempa.

Sudah kita lihat di Aceh, Jogja, sekitar Merapi akan dampak rumah-rumah yang hancur akibat tsunami dan gempa bumi, dan tentu untuk membangunnya kembali perlu biaya yang tidak sedikit, untuk itulah fungsi dari tambahan asuransi, untuk mengganti kerusakan yang timbul. Remember, kita membeli asuransi untuk mengganti kerugian, bukan mencari untung.

Catch me: @rizalplanner

Contact merizal.planner@gmail.com

Inflasi oh inflasi..

sumber: skyscrapercity.com

sumber: skyscrapercity.com

Parkir mobil di mall per 1 Februari 2013 naik menjadi Rp. 4.000 per jam, sementara sebelumnya mulai Oktober 2012 sudah naik dari Rp. 2.000 menjadi Rp. 3.000 per jam. Memang kelihatannya kecil, hanya naik Rp 2.000 perak saja. Tapi selama periode Oktober 2012 – Februari 2013 atau 4 bulan, kenaikan inflasi ongkos parkir sudah mencapai 100%!  Artinya kalau kenaikan parkir ini akan berlanjut setiap 4 bulan, maka dalam 12 bulan ongkos parkir akan naik 300%! Seperti tulisan-tulisan saya sebelumnya, saya tidak bosan untuk mengingatkan kita akan bahaya inflasi, musuh bersama yang tidak kelihatan. Dan kali ini inflasi dari parkir sudah luar biasa. Apapun tujuan mulia Pemprov DKI sepertinya sulit menjadi pembenaran dengan kondisi transportasi dan lalu lintas Jakarta seperti sekarang ini.

Kemarin Gubernur Jakarta Pak Jokowi bilang “belum ngerti saya”, karena rupanya aturan ini dikeluarkan oleh Gubernur sebelumnya pada bulan September 2012 – Pergub DKI Jakarta No. 120 tahun 2012, dimana gedung-gedung komersial dihimbau untuk menaikkan tarif parkirnya.

Belum lagi kenaikan (baca penyesuaian bertahap) tarif listrik yang sudah dimulai per Januari 2013 ini, di susul lagi rencana di 2013 ini, Pemerintah akan menaikkan harga tabung gas elpiji, mengurangi subsidi BBM, dan kenaikan upah pekerja.

Ini semua pasti akan berdampak pada harga dan jasa dari produsen, yang mau tidak mau akan menambah harga jual, yang kemudian akan di bebankan ke konsumen, ya kita- kita ini. Dan yang pasti, biaya-biaya yang menjadi pengeluaran kita juga pasti akan bertambah.

Kenaikan parkir, kenaikan tarif listrik, rencana kenaikan harga gas elpiji, rencana kenaikan harga BBM  dan rencana kenaikan lainnya adalah hal yang uncontrollable, di luar kendali kita, hal seperti ini tidak bisa kita lawan. Tapi kita dapat mengatur ulang kembali strategi anggaran rumah tangga kita (lihat tulisan saya: Uang dan Keluarga).

Next step, ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama menambah penghasilan atau yang kedua mengurangi pengeluaran. Mana yang anda pilih?

Catch me: @rizalplanner

Contact me: rizal.planner@gmail.com

Cermat Memilih Produk Pensiun

sumber: news.bbc.co.uk

sumber: news.bbc.co.uk

Pernahkah Anda mendengar kata Annuitas?

Annuitas adalah produk yang di jual oleh perusahaan asuransi jiwa yang memberikan jaminan pembayaran income rutin seumur hidup atau sejumlah waktu tertentu pada waktu kita pensiun. Produk ini merupakan pilihan populer orang yang masuk usia pensiun dan ingin pendapatan yang stabil selama masa pensiun.

Bagaimana cara kerja produk annuitas ini?

Annuitas ini kebalikannya dari asuransi, jika asuransi kita mencicil dulu selama sekian waktu tertentu dan pada saat waktunya nanti, penerima manfaat asuransi akan terima lump sum. Sedangkan Annuitas, kita menyetor lump sum dulu dan nanti kita sebagai penerima manfaat akan menerima cicilan sebagai pendapatan kita selama waktu tertentu. Semakin panjang jangka waktunya tentu semakin kecil jumlah yang di bayarkan oleh perusahaan asuransi. Misalnya sebagai ilustrasi, kita menyetorkan uang Rp. 5 M pada saat kita pensiun dan ingin agar selama kita hidup terima pendapatan rutin setiap bulannya, jika life expectancy 20 tahun, maka pembayaran setiap bulannya akan jauh lebih kecil jika kita ingin pembayaran hanya dilakukan selama 10 tahun saja.

Pahamilah, bahwa produk ini di satu sisi merupakan pilihan aman dari strategi pensiun, namun di sisi lain return yang diberikan relatif kecil dan ada biaya-biaya yang harus dibayarkan.

Dari sisi pajak, masuk sebagai kategori penundaan pajak (deferred taxes). Pajak akan dikenakan pada saat uangnya ditarik oleh kita pada saat pensiun nanti. Jadi selama dikelola oleh Perusahaan Asuransi, tidak ada potongan pajak apapun, sehingga investasi bisa maksimal. Dan inilah salah satu keuntungan membeli produk annuitas.

Produk annuitas anggaplah sebagai komplementer dari ‘sapi’ rencana pensiun anda (baca:  https://rizalplanner.wordpress.com/2013/02/03/perspektif-lain-skandal-sapi-2/ )

Ada 2 tipe produk annuitas, deferred payment dan immediate payment. Deferred payment:  pembayaran ditunda hingga masuk usia pensiun hal ini karena cicilan yang di bayarkan punya cukup waktu yang panjang, sedangkan immediate payment dibeli karena waktu sudah mepet memasuki usia pensiun.

Menurut saya, sebagai financial planner, dengan pro cons nya di atas, jika anda mau membeli investasi seperti ini, pelajari dengan seksama: “Apakah cocok dengan kondisi Anda?”

Catch me: @rizalplanner

Contact: rizal.planner@gmail.com

Perspektif Lain Skandal Sapi – 2

sumber: vernonblog.blogspot.com

sumber: vernonblog.blogspot.com

Masih melanjutkan perspektif lain dari skandal sapi, apakah pernah terpikir oleh kita bahwa sapi-sapi itu bisa menjadi sumber pendapatan kita di saat pensiun nanti? Eeiittss, bukan ikut-ikutan skandal korupsi ya, maksudnya begini, sebagai financial planner alias perencana keuangan, tentu selain memperhitungkan life style, life expectancy, dan pengeluaran, kita juga memperhitungkan berapa pemasukan pada saat pensiun nanti. Ya, source of income juga harus di pikirkan, bisa passive income dari dividen saham yang kita punya, kupon dari obligasi kita, atau kos-kosan yang kita punya. Semua itu diibaratkan sapi-sapi yang memberikan hasil pada pemiliknya, bisa dari susunya, dagingnya, jeroannya atau kulitnya.

Source of income ini akan di perhitungkan sebagai salah satu sumber pendanaan kita di masa pensiun, contohnya jika kita saat ini mempunyai tabungan yang cukup untuk di investasikan, membuka kos-kosan bisa menjadi satu alternatif untuk mulai men generate source of income kita, atau bila kita punya warisan berupa properti seperti rumah yang bisa di sewakan, hal ini juga bisa men support dana kebutuhan pensiun. Sehingga pada waktu menghitung dana kebutuhan pensiun, kekurangan dana pensiun akan lebih ringan dengan source of income yang sudah ada.

Hal lain yang perlu di perhatikan dalam menghitung kekurangan dana pensiun adalah inflasi, ya inflasi. Sebagai financial planner, saya tidak akan bosan-bosan mengingatkan kita akan musuh bersama yang tidak kelihatan ini. Dengan memasukkan faktor inflasi, kita perlu evaluasi secara berkala portfolio yang kita punya, agar value Rp. 10 M dari dana pensiun tersebut tidak tergerus karena inflasi, sehingga akan mencerminkan jumlah rupiah sesungguhnya.

Kesimpulan: yuk, kita mulai rencanakan pensiun kita.

Catch me: @rizalplanner

Contact: rizal.planner@gmail.com