Tips berinvestasi

sumber: earningdiary.com

sumber: earningdiary.com

“Kira-kira tahun ini investasi yang paling bagus apa yaa”? “Ada rekomendasi gaa“? “Berapa yang harus kita alokasikan untuk investasi A“?

 Semua pertanyaan itu sering kali saya dengar dan semuanya ingin mendapatkan jawaban yang paling mujarab atas pertanyaan klasik tersebut. Untuk itu ada beberapa hal yang perlu di perhatikan pada waktu kita berinvestasi:

1.       Tujuan, tetapkan dahulu tujuan kita untuk berinvestasi. Ini sangat erat terkait dengan jangka waktu (time horizon) yang kita inginkan dan kita punya, misalnya tujuan kita untuk dana pendidikan anak untuk kuliah sarjana di Perguruan Tinggi. Saat ini anak kita berumur 7 – 8 tahun, pada saat kuliah mulai umur 18 tahun, maka jangka waktu yang kita punya untuk investasi kurang lebih 10 tahun. Maka pilihan investasinya bisa macam-macam tergantung pilihan kita.

 

2.       Profil risiko, artinya seberapa besar kita mampu mentoleransi risiko? Kalau misalnya kita hari ini investasi dengan membeli saham A, tiba-tiba besok harinya harga saham A yang kita beli terjun bebas, dan kita tiba-tiba sakit jantung, sakit kepala, sakit lainnya ditambah lagi uang pas-pasan, artinya profil risiko kita bukan risk taker, tapi lebih ke konservatif, saran saya,kalau belum siap sport jantung jangan beli saham. Kalau seperti ini lebih baik cari instrumen keuangan yang risikonya lebih kecil, yang bisa kita terima. Ingat semua investasi itu ada risikonya. Semakin canggih instrumen keuangannya semakin tinggi risikonya, seperti forex dan derivatif.

 

3.        Kebutuhan dana masa depan, dari nomer 1 di atas, misalnya kebutuhan dana pendidikan kuliah anak saat Rp. 100.000.000, maka kebutuhan dana yang perlu disiapkan 10 tahun lagi kurang lebih Rp. 215.000.000 (lihat tulisan saya Persiapan Dana Pendidikan Anak). Maka kita perlu menyisihkan Rp. 1.500.000 setiap bulan bila kita memilih instrumen tabungan, agar kita bisa mencapai dana masa depan tersebut.

 

4.       Pajak,  poin ini penting bagi kita agar jangan sampai investasi kita habis di makan inflasi plus ketiban pajak pula, bisa jadi return yang kita dapat jadinya negatif. Oleh karena itu pilihlah instrumen yang dalam track recordnya memberikan return lebih besar dari inflasi dengan minimal pemotongan pajak.  Seperti kita tahu bahwa bunga deposito itu dikenakan pajak 20% dan inflasi tahun 2013 di proyeksikan 5.3% (ingat yaa ini hanya proyeksi), kalau misalnya bunga deposito di bank 6% per tahun, maka bunga nett nya adalah 4.8%,artinya kita uang kita tumbuh minus 0.5%.  

 

5.       Likuiditas,  pelajari instrumen yang akan kita investasikan, apakah cukup likuid untuk di jual dan kita segera dapat cash?

 

Last but not least, monitor investasi anda!

Selamat berinvestasi

 

Catch me: @rizalplanner

Contact: rizal.planner@gmail.com

One thought on “Tips berinvestasi

  1. Hello Oom, usul dong utk tulisan berikutnya ceritakan detail but in a simple way mengenai instrument keuangan, misal forex apa sih, cara mainnya gmn, trus resiko2 yg commonly arises apa aja? Sekalian bagi2 ilmu Oom, utk readers yg spt saya, yg financially illiterate … Ilmu kan ga abis dibagi ya Oom. Thanks in advance. Aku tunggu tulisan berikutnya …

    Cheers.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s