Golden Rule

Masih ingat krismon alias krisis ekonomi yang melanda Indonesia tahun 1997-1998, krisis keuangan di Amerika tahun 2008, krisis Eropa 2010 – 2012 yang menyebabkan sejumlah negara Eropa bangkrut? Semua kejadian di atas mengingatkan kita bahwa pasar keuangan sangatlah dinamis, naik turun. Orang-orang yang berinvestasi di pasar saham tahun 1998 bisa melihat bahwa harga-harga saham yang mereka jual belikan sangat-sangat murah pada saat tragedi lengsernya rezim Orde Baru. Untuk mengurangi resiko, orang-orang berinvestasi ke pasar obligasi atau surat utang, namun kejadian selama 2 tahun terakhir di benua Eropa bisa kita lihat bahwa surat utang negara-negara tersebut ratingnya turun drastis, seperti Yunani. Dari cerita di atas kita bisa tarik kesimpulan bahwa tidak ada satupun investasi yang tidak beresiko.

Ingat tujuan kita berinvestasi adalah untuk mengoptimalkan uang kita, kalau kita taruh saja di tabungan tentu tidak akan menghasilkan, supaya mendapatkan hasil yang optimal kita perlu menaruh di beberapa keranjang investasi, ini disebut dengan aset alokasi. Taruhlah telur-telur investasi anda dalam beberapa keranjang, sehingga jika satu keranjang telur pecah masih ada yang keranjang yang lain, inilah yang disebut golden rule – don’t put your eggs in one basket. Seperti cerita di awal, kalau kita taruh semua uang kita di pasar saham, dan krisis tahun 1998 terjadi lagi, apa ga nangis Bombay?

Banyak pilihan keranjang investasi yang dapat menjadi alokasi aset kita, seperti:

  1. Saham
  2. Obligasi atau surat utang
  3. Properti (rumah, ruko, apartemen)
  4. Emas
  5. Komoditas dll

Dalam menentukan pilihan alokasi aset, salah satunya tergantung pada usia. Semakin berumur kita semakin kecil toleransi kita terhadap risiko dan sebaliknya, gambaran sederhananya kalau umur kita 45 maka pembelian keranjang investasi yang beresiko tinggi seperti saham yang notabene risikonya tinggi akan lebih kecil porsinya dibandingkan dengan orang yang masih berusia 25. Karena attitude terhadap risiko juga berbeda. Oleh karena, itu perlu beberapa keranjang lain yang isinya instrumen investasi dengan risiko-risiko yang lebih rendah seperti keranjang surat utang, keranjang emas, keranjang rumah dll.

Bagaimana caranya menghitung alokasi aset? Secara sederhana rumusnya: 80 dikurangkan dengan umur anda. Jika anda berumur 45, maka hanya 35% adalah untuk alokasi instrumen beresiko tinggi seperti saham, sisanya keranjang surat utang, dan jika anda berumur 25, maka 55% adalah alokasi untuk saham atau instrument beresiko tinggi dan sisanya untuk keranjang surat utang yang punya risiko lebih rendah. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan investasi anda antara risk & return.

Kesimpulan, plan your investment carefully.

Catch me: @rizalplanner

Contact: rizal.planner@gmail.com

Advertisements

Klaim Asuransi

sumber: republika.co.id

sumber: republika.co.id

Tahukah anda bahwa klaim asuransi untuk properti tahun 2007 naik 35% dari tahun 2002, pada waktu kejadian banjir hebat di Jakarta, dan proyeksi tahun 2013 ini diperkirakan klaim akan naik 100%. Sementara klaim asuransi kendaraan karena banjir tahun 2007 naik 6% dari tahun 2002 dan proyeksinya tahun ini klaim juga akan naik. Dengan total klaim yang diproyeksikan sampai triliunan Rupiah pada 2013 ini.

Dengan kejadian banjir hebat ini, perusahaan asuransi tentu tidak akan tinggal diam, setelah menghitung-hitung klaim yang mereka bayarkan, agar tidak rugi bandar dikemudian hari kalau kejadian serupa terjadi lagi, besar kemungkinan mereka akan menaikkan premi dengan pertimbangan risk improvement – terlebih untuk properti. Maksudnya kalau ada kejadian banjir seperti ini, kita sebagai pemegang polis juga ada upaya untuk menyelamatkan properti kita dari banjir tsb, misalnya seputar bangunan dibuat dinding beton, saluran air dipelihara dengan baik.

Kita sebagai konsumen juga harus cermat dalam membeli polis misalnya untuk asuransi properti, kalau kita beli polis standar asuransi kebakaran, maka tidak secara otomatis akan mengcover banjir, oleh karena itu untuk mengcover banjir ini, kita harus menambah bayaran premi untuk memperluas jaminan termasuk banjir ini.

Kalau melihat kondisi yang parah rumah-rumah mewah di Pluit, hal lain yang perlu diperhatikan jika kita beli perluasan jaminan ini, apakah ada klausula akomodasi sementara, artinya perusahaan memberikan ganti biaya sewa rumah atau tinggal di hotel, selama rumah kita tidak layak huni akibat banjir. Tentu ada term and conditionnya. Remember, bahwa kita membeli asuransi untuk ganti rugi, bukan cari untung. Tapi tidak semua perusahaan asuransi mau memberikan klausula ini lho.

Kesimpulan: dari bencana banjir ini, kita belajar untuk lebih mempersiapkan perisai untuk melindungi keluarga dan aset kita.

Catch me: @rizalplanner
Contactrizal.planner@gmail.com

Jakarta Tenggelam vs Jakarta Tujuan Investasi Properti Terbaik 2013

sumber: windermeresocalcommercial.com

sumber: windermeresocalcommercial.com

Salah satu heading  text news di TV hari ini, hari kedua banjir hebat di Jakarta, adalah ’Jakarta Tenggelam’  dengan reporternya yang terus menerus menyiarkan kondisi terakhir dampak dari banjir di Jakarta. Kadang saya melihat cara reporter ini menyiarkan terlalu lebay, tapi untuk si pembuat berita, bad news is good news.

Sementara itu, awal tahun ini hampir semua media merilis hasil riset Pricewaterhouse Coopers (itu lho salah satu konsultan top dunia) dan Urban Land Institute, yang bilang bahwa Jakarta adalah peringkat pertama kota tujuan investasi property pada 2013.  Ini luar biasa, mengalahkan Singapura, Shanghai, Sydney, Kuala Lumpur  dan kota-kota besar Asia Pasific lainnya.

Anyway buat saya sebagai financial planner, ini saat yang tepat untuk melihat lokasi properti yang menjadi incaran kita untuk berinvestasi. Ingat 3 rumus investasi properti: lokasi, lokasi dan lokasi.

Lokasi yang banjir tentu tidak menjadi pilihan kita untuk berinvestasi. Tapi anomali di Jakarta terjadi di daerah yang namanya Kelapa Gading,  daerah yang disebut-sebut dengan Kepala Naga, yang sepertinya harganya anti  banjir, naik terus, ga ada matinya. (Ekor naganya dimana sih?) Dengan adanya kondisi banjir seperti sekarang tentu kita bisa mengecek melalui media dan tentu tinjau lokasi langsung. Lokasi yang menjadi incaran kita apakah termasuk lokasi yang aman, baik lingkungan perumahan maupun akses nya. Karena ini akan berpengaruh pada value dari properti tsb. Tentu kita tidak mau investasi yang kita tanamkan akan turun nilainya karena kita tidak cermat dalam memilih.

Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan menanyakan terlebih dahulu pada perusahaan asuransi umum, apakah lokasi properti yang kita beli bisa di cover perluasan asuransi banjir? Karena pihak asuransi pasti akan berhitung cermat, jika lokasi properti yang kita pilih termasuk area banjir, maka mereka akan menolak duluan, meskipun kita insist untuk bayar preminya. Kalaupun mau pasti muahaaal banget.

Buat anda yang mau membeli properti, jangan segan untuk minta bantuan agen properti karena mereka lebih tahu dan paham daerah ”kekuasaannya“ (please note, saya bukan agen properti, dan juga bukan agen asuransi yaa), so, kita lihat saja setelah dampak banjir ini lewat, apakah Jakarta tetap akan menjadi No.1 Tujuan Investasi Properti 2013.

Selalu ada hikmah di balik bencana yang ada.

Catch me: @rizalplanner

Contact: rizal.planner@gmail.com

sumber: windermeresocalcommercial.com

Banjir

sumber: beritasatu.com

sumber: beritasatu.com

Warga Jakarta dan sekitarnya dalam minggu ini sibuk dengan urusan banjir, hujan yang terus menerus sepanjang hari, indikator Bendungan Katulampa sudah menunjukkan level air di atas normal, dan berita-berita di media lainnya yang membuat kita harus siaga! Kalau sudah seperti ini, mau tidak mau kita akan jadi lebih alert dan protektif terhadap keselamatan keluarga kita dan aset kita. Iya kaan?

Seperti tulisan saya sebelumnya (Lindungi Aset Kita!) Salah satu cara untuk melindungi aset-aset kita seperti mobil dan rumah adalah dengan membeli asuransi. Nah polis asuransi yang meng cover banjir ini punya klausul Act of God (ini terminologi legal untuk tindakan di luar kuasa manusia, contohnya banjir di Jakarta seperti sekarang ini atau bencana alam lainnya).

Asuransi ini memberikan jaminan perbaikan atas kerugian atau kerusakan yang timbul akibat banjir atau bencana alam lainnya. Artinya jaminan tersebut hanya sebatas kerugian yang timbul saja, tidak bisa kita tambah-tambahin. Remember, bahwa kita membeli asuransi itu untuk proteksi dan bukan untuk cari untung. Klausul Act of God ini merupakan perluasan dari asuransi standar yang di jual oleh Perusahaan Asuransi Umum.

Sebelum membeli asuransi, tanya dan pelajari pasal-pasalnya dengan cermat, ada term and condition yang mesti di perhatikan, seperti kondisi pengecualian dimana pihak asuransi tidak menjamin atau minimum kerugian harus sekian juta baru diperbaiki, dsb. Kenapa? Karena pihak asuransi berhak untuk menolaknya. Contoh, misalnya untuk kendaraan, pada saat terjadi banjir, mobil kita paksakan untuk menerjang banjir (sudah tahu banjir tapi kita paksakan juga) atau pasca kebanjiran, mobil berusaha kita starter. Hal-hal tersebut sepertinya sepele, tapi akibatnya perusahaan asuransi berhak menolak klaim anda. Atau kerugian anda setelah dihitung ‘hanya’ Rp. 7 juta sementara minimum kerusakan untuk berhak meng claim Rp. 10 juta, maka Perusahaan asuransi juga berhak menolak klaim anda.

Hal penting lain yang mesti diperhatikan adalah proses klaimnya. Kemana kita harus menghubungi dan dokumen apa yang harus dipenuhi untuk proses klaim tersebut.

Kalau sudah punya polis, saya sarankan untuk periksa kembali polis anda, apakah sudah cukup terproteksi semua aset anda?

Dengan kondisi cuaca ekstrim seperti ini, at least kita sudah mempunyai payung yang melindungi aset kita dengan perluasan jaminan asuransi.

Catch me: @rizalplanner
Contact: rizal.planner@gmail.com

Asumsi

sumber: theinternettimemachine.com

sumber: theinternettimemachine.com

Kemarin Mentri Keuangan RI mengeluarkan revisi dari proyeksi ekonomi untuk tahun 2013, poin-poin penting yang perlu di catat:
1. Pertumbuhan ekonomi menjadi 6,6% – 6,8% dari 6,8%
2. Kurs Rupiah Rp. 9.300 – Rp. 9.700/US$ dari Rp. 9.300/US$
3. Dan inflasi 4,9% – 5,3% dari 4,9%
(sumber: Kontan)
Menyambung tulisan kemarin (Tips berinvestasi), perkiraan kenaikan inflasi, diperkirakan karena rencana-rencana pemerintah tahun 2013 ini:
a. kenaikan tarif listrik,
b. pengurangan subsidi BBM, dan
c. kenaikan upah pekerja.

Dengan mengetahui asumsi-asumsi di atas, apa pilihan investasi anda?

Tips berinvestasi

sumber: earningdiary.com

sumber: earningdiary.com

“Kira-kira tahun ini investasi yang paling bagus apa yaa”? “Ada rekomendasi gaa“? “Berapa yang harus kita alokasikan untuk investasi A“?

 Semua pertanyaan itu sering kali saya dengar dan semuanya ingin mendapatkan jawaban yang paling mujarab atas pertanyaan klasik tersebut. Untuk itu ada beberapa hal yang perlu di perhatikan pada waktu kita berinvestasi:

1.       Tujuan, tetapkan dahulu tujuan kita untuk berinvestasi. Ini sangat erat terkait dengan jangka waktu (time horizon) yang kita inginkan dan kita punya, misalnya tujuan kita untuk dana pendidikan anak untuk kuliah sarjana di Perguruan Tinggi. Saat ini anak kita berumur 7 – 8 tahun, pada saat kuliah mulai umur 18 tahun, maka jangka waktu yang kita punya untuk investasi kurang lebih 10 tahun. Maka pilihan investasinya bisa macam-macam tergantung pilihan kita.

 

2.       Profil risiko, artinya seberapa besar kita mampu mentoleransi risiko? Kalau misalnya kita hari ini investasi dengan membeli saham A, tiba-tiba besok harinya harga saham A yang kita beli terjun bebas, dan kita tiba-tiba sakit jantung, sakit kepala, sakit lainnya ditambah lagi uang pas-pasan, artinya profil risiko kita bukan risk taker, tapi lebih ke konservatif, saran saya,kalau belum siap sport jantung jangan beli saham. Kalau seperti ini lebih baik cari instrumen keuangan yang risikonya lebih kecil, yang bisa kita terima. Ingat semua investasi itu ada risikonya. Semakin canggih instrumen keuangannya semakin tinggi risikonya, seperti forex dan derivatif.

 

3.        Kebutuhan dana masa depan, dari nomer 1 di atas, misalnya kebutuhan dana pendidikan kuliah anak saat Rp. 100.000.000, maka kebutuhan dana yang perlu disiapkan 10 tahun lagi kurang lebih Rp. 215.000.000 (lihat tulisan saya Persiapan Dana Pendidikan Anak). Maka kita perlu menyisihkan Rp. 1.500.000 setiap bulan bila kita memilih instrumen tabungan, agar kita bisa mencapai dana masa depan tersebut.

 

4.       Pajak,  poin ini penting bagi kita agar jangan sampai investasi kita habis di makan inflasi plus ketiban pajak pula, bisa jadi return yang kita dapat jadinya negatif. Oleh karena itu pilihlah instrumen yang dalam track recordnya memberikan return lebih besar dari inflasi dengan minimal pemotongan pajak.  Seperti kita tahu bahwa bunga deposito itu dikenakan pajak 20% dan inflasi tahun 2013 di proyeksikan 5.3% (ingat yaa ini hanya proyeksi), kalau misalnya bunga deposito di bank 6% per tahun, maka bunga nett nya adalah 4.8%,artinya kita uang kita tumbuh minus 0.5%.  

 

5.       Likuiditas,  pelajari instrumen yang akan kita investasikan, apakah cukup likuid untuk di jual dan kita segera dapat cash?

 

Last but not least, monitor investasi anda!

Selamat berinvestasi

 

Catch me: @rizalplanner

Contact: rizal.planner@gmail.com

Catat Pengeluaran Anda!

sumber: notesfromthefield.sd62.bc.ca

sumber: notesfromthefield.sd62.bc.ca

Pernahkah anda merasa bahwa penghasilan yang kita terima tahu-tahu habis saja, ga tahu larinya kemana. Belum sampai gajian yang berikut, sudah habis (hayoo ngakuu…).

Kalau bicara berapa cukup, pasti tidak akan pernah cukup, semakin besar penghasilan, semakin tinggi juga pengeluaran, tergantung lifestyle kita (ini kata kuncinya).

Untuk mengetahui kemana larinya uang kita, kita perlu mencatat dan mencatat secara disiplin, sehingga apa yang sudah kita budget kan di awal bulan bisa kita bandingkan dengan pengeluaran kita (lihat tulisan saya Uang dan Keluarga, 31 Desember 2012 https://rizalplanner.wordpress.com/2012/12/31/uang-dan-keluarga/).

Saat ini sudah banyak aplikasi yang bisa membantu mencatat pengeluaran kita, bisa android atau di iPhone. Kita tinggal masukkan saja setiap kita mengeluarkan uang, baik cash maupun dengan credit card, maka otomatis akan terakumulasi.

Dengan terus menerus melakukan pencatatan ini, maka kita akan terbiasa untuk disiplin budget, dan akan mendorong kita untuk tidak menjadi impulsive buyer alias lapar mata.

Kalau sudah sebulan, maka rekap dari pengeluaran kita akan terlihat di masing-masing pos, mana yang overbudget mana yang underbudget. Seyogyanya, pengeluaran kita harus tidak boleh lebih dari budget atau overbudget, kalau masih di bawah budget atau underbudget, berarti kita sudah disiplin budget. Pos-pos yang underbudget bisa mengkompensasikan pos-pos pengeluaran yang overbudget, sehingga total pengeluaran tetap terkendali.

Mari awali tahun baru dengan lebih baik.

Catch me: @rizalplanner

Contact: rizal.planner@gmail.com